Orang Tua, Gadget, Anak
Dalam
dunia yang serba maju seperti sekarang ini, pertumbuhan dan perkembangan zaman
tentu juga berkembang sangat pesat mengikuti apa yang terjadi di sekitarannya.
Di tahun 2017 ini tentu dapat dikatakan sebagai zaman yang maju, karena
maraknya berbagai benda atau alat pemuas kebutuhan yang membuat manusia merasa
terbantu atau justru membuat manusia menjadi malas. Terdapat dua pendapat yang
akan membuat kita memahami dampak yang ditimbulkan dari zaman yang serba
canggih ini, yaitu :
Terbantunya
manusia dengan teknologi membuat manusia merasa terbantu dalam menghadapi
segala hal secara instan. Manusia menjadi lebih cepat dalam melakukan segala
hal dan waktu yang tersisa dapat digunakan untuk mengerjakan hal lain yang
bermakna. Namun selain dengan adanya teknologi
membuat manusia merasa terbantu, dampak negatif dari adanya teknologi
adalah manusia menjadi malas dalam melakukan segala hal karena sudah ada alat
yang dapat membuat hidupnya menjadi lebih santai. Orang banyak yang
bermalas-malasan karena menganggap dengan adanya teknologi, pekerjaannya akan
cepat selesai sehingga terkadang ia menunda pekerjaannya tersebut.
Contoh
nyata dalam kehidupan sehari-hari yaitu banyaknya gadget yang berada di tangan-tangan anak, terutama anak SD yang
semakin hari kian marak menggunaannya di masyarakat. Bagaimana tidak, dengan
terjangkaunya harga gadget dan
dilengkapinya dengan berbagai fitur pendukung, membuat hampir semua anak dari
kalangan atas sampai kalangan bawah memilikinya. Dampak negatif yang sering
dijumpai adalah teraksesnya video porno, penggunaan sosial media dan games-games yang membuat anak semakin
terpedaya dengan adanya gadget
tersebut. Bagaimana tidak, anak zaman sekarang yang sudah terpengaruh dengan
dunia luar (dapat terpengaruh dari televisi, kelakuan seseorang yang
dilihatnya, dll) dapat lebih agresif daripada anak berusia 18 tahun karena
pengaruh yang diterimanya. Untuk itu, penggunaan gadget seharusnya dapat dibatasi oleh orang tua agar anak tidak
sepenuhnya terpengaruh dengan teknologi.
Penggunaan
gadged sebenarnya dapat membantu anak
dalam mengerjakan soal yang tidak ia bisa atau tidak terdapat dalam buku ajar
atau gadget juga dapat digunakan
untuk hal yang positif, seperti mendownload
beberapa situs pendidikan atau mendownload e-book
yang nantinya akan membantunya dalam penambahan materi ajar. Namun seperti
halnya terdapat hitam dan putih, dalam penggunaan gadget tersendiri pun ada
dampak negatifnya, yaitu membuat anak menjadi malas dan dewasa sebelum
waktunya. Contohnya dengan mudahnya anak mengakses bebagai situs, anak mencoba
mencari tahu dan mencoba-coba akan situs dewasa, karena pada hakikatnya anak
merupakan orang yang rasa ingin tahunya sangat besar. Setelah ia tahu, ia akan
mencobanya dan disinilah moral anak bangsa yang runtuh.
Sebagai
orang tua, memberikan gadget kepada
anak diperbolehkan, namun sebaiknya dibatasi dan diperhatikan kembali guna
menghindari berbagai hal negatif yang akan terjadi kepada diri anak nantinya.
Oleh karena itu, peran orang tua sebagai pengawas sangat penting untuk
keberlangsungan keseharian anaknya. Gadget
diciptakan untuk dikuasai oleh manusia, bukan kebalikannya. Untuk itu pula,
bijaklah dalam menggunnakan gadget dalam
kehidupan sehari-hari, manfaatkan apa yang dapat diberikan oleh gadget dan jangan mau dibodohi oleh
perkembangan zaman. Kita sebagai manusia sudah seharusnya menjadi pengendali,
bukan sebagai yang dikendalikan.
Untuk
itu, bijaklah dalam menggunakan alat dan tetap dibarengi dengan pengetahuan
agar kita sebagai manusia dapat memanfaatkannya sesuai dengan apa yang kita
butuhkan dan tidak termakan oleh apa yang dapat diberikannya. Dalam kasus
apapun, semuanya dapat menuju kepada arah pendidikan, karena orang yang
menguasai pendidikan adalah orang yang mampu menciptakan teknologi tersebut dan
kita sebagai pengguna juga harus menguasi pendidikan agar dapat menyesuaikan teknologi
yang sudah dapat dengan mudah kita akses.
Komentar
Posting Komentar