Menggali Potensi Siswa


Anak-anak di didik di sekolah untuk meningkatkan pengetahuannya, meningkatkan daya saing antar anak untuk mengetahui siapa yang pintar dan meningkatkan anak yang pengetahuannya minim untuk menjadi setara dengan anak lainnya. Hal itu terjadi di sekolah karena, sekolah memang lembaga untuk mencerdaskan pengetahuan anak dalam hal intelektual. Untuk apa anak di didik di sekolah jika bukan untuk diasah pengetahuannya. Untuk itu, perlulah bagi orang tua ikut membantu guru dalam melaksanakan tugasnya guna menjadikan anak sendiri berilmu nantinya.

Namun yang dilihat saat ini, bukan hanya mengenai pengetahuan intelektual saja, ada beberapa kemampuan tersembunyi yang sebenarnya dimiliki oleh anak. Menjadi guru atau wali kelas sebenarnya sangat penting ketika pertemuan orang tua untuk menanyakan kegemaran apa yang disukai oleh masing-masing anak terhadap orang tuanya. Dengan begitu, di kelas guru dapat menggali potensi pada masing-masing anak didiknya dan setelah guru menggali potensi pada diri masing-masing anak, maka guru dapat dengan mudah membantu mengembangkan potensi tersebut.

Menjadi guru berarti harus paham betul bahwa tidak ada murid yang bodoh, maksudnya adalah hanya ada siswa yang malas, tetapi tidak ada murid yang bodoh. Untuk itu, jika nilai anak kurang pada mata pelajaran tertentu, maka gali potensi atau kegemaran anak pada bidang lainnya. Karena tidak semua anak menyuka pelajaran yang sama, tetapi mereka memiliki kemampuan yang berbeda. Karena pada kenyataannya banyak anak yang tidak menguasai intelektual, tetapi mereka menyukai berbagai olah raga sehingga ia tetap berhasil di masa depan karena menjadi seorang atlit. Ada juga anak yang pandai dalam intelektual tetapi ia tidak bisa sama sekali dalam hal menggambar, sehingga ia menjadi aparatur pemerinta dan sejenisnya. Ataupun terdapat anak yang tidak menguasai intelektual maupun berbagai oleh raga, tetapi anak tersebut sangat pintar melukis, maka ia akan tetap sukses karena menjadi seniman yang akhirnya karena kepintarannya menggoreskan pensil ataupun kuas pada kanvas, ia akhirnya memiliki galeri sendiri.

Mengingat dari banyaknya kemungkinan diatas, terjawablah bahwa setiap anak memiliki kegemarannya yang berbeda dan tidak semua anak harus menyukai mata pelajaran yang terdapat di sekolahnya. Namun sebagai guru yang kreatif, mengajak anak agar menyukai setiap mata pelajaran yang terdapat di sekolah sebenarnya sesuatu yang diharuskan. Karena bagaimanapun anak akan terus bergelut dalam mata pelajaran tersebut minimal sampai ia lulus SMA. Untuk itu, penting bagi guru agar anak mnyukai pelajaran yang dipelajari di sekolah.

Dengan menggali potensi siswa, anak akan semakin semangat dala sekolahnya. Karena apa? Sebagai contoh, anak sangat tidak menyukai pelajaran matematika namun ia menyukai ketika pelajaran olah raga. Untuk itu guru dapat melakukan permainan ketika pelajaran olah raga, dengan cara melakukan perlombaan ketika mata pelajaran olah raga tersebut berlangsung. Untuk itu, walaupun anak tidak menyukai matematika, guru dapat membimbingnya sampai bisa dan ketika mata pelajaran olah raga, guru dapat meningkatkan kegemaran murid agar murid menjadi semangat berangkat ke sekolah.

Komentar