Ketika Sudah Menjadi Mahasiswa


Sebagai mahasiswa, tentu kita sudah hafal betul dengan jurusan yang kita pilih. Mengapa kita masuk jurusan tersebut juga kita sudah tahu mengenai akhirnya nanti. Kita mau menjadi apa dengan pilihan jurusan itu, apakah prospek kerjanya nanti mapan dan lain sebagainya. Karena ada beberrapa orang yang pikirannya “nanti mau bagaimana?” bukannya “Lihat Nanti saja bagaimana.” Dari contoh pertama, sudah tergambar bahwa orang tersebut memikirkan bagaimana ia akan menjadi akhirnya, bukannya seperti contoh kedua yang pasrah akan dirinya mau menjadi apa nantinya.

Sebagai mahasiswa, tentu dihadapkan oleh berbagai fitur orang yang memiliki berbagai karakter pula. Ada yang rajin, ada yang memikirkan jauh ke depan, ada yang malas-malasan, ada yang pasrah-pasrah saja, ada yang rajin ketika dosen tertentu saja, ada yang mencari perhatian dengan dosen tertentu dan sebagainya. Untuk mahasiswa yang rajin, tentu ia sudah memikirkan jauh kedepan untuk bagaimana ia nanti kedepannya. Berapa minimal IP yang yang hendak dicapainya, akan membahas apa skripsinya nanti, sudah mulai mencari judul dan referensi serta lain sebagainya. Selain memikirkan jauh ke depan, mahasiswa juga tentunya harus memiliki kemampuan yang mumpuni untuk menyeimbangkan antara pengetahuan dan kemampuannya. Jika mahasiswa sudah memilikis skill tersebut, maka ia tinggal mencari pekerjaan yang diinginkannya. Harapan, doa serta ridho dari Allah tentunya sangat mempengaruhi mahasiswa tersebut dalam mencari jalannya. Mahasiswa juga harus dapat bersaing secara ketat dengan para lulusan baru nantinya. Lulusan tersebut bukan hanya terdapat dari kota sendiri, melainkan dari kota-kota di Indonesia, di provinsi, di negara sendiri bahkan sampai mancanegara dikarenakan saat ini sudah berlakuknya Masyarakat Ekonomi Asean.

Lalu bagaimana dengan nasib seorang mahasiswa yang malas-malasan. Masih untung jika ia dari keluarga yang mampu, maksudnya ketika lulus nanti ia dapat bekerja dengan mudah karena banyak keluarganya yang membantunya untuk masuk kerja. Bagaimana jika ia dari keluarga yang biasa-biasa saja, bermalas-malasan dan pasrah-pasrah saja. Apakah ia tidak merasa kasihan kepada orang tuanya yang banting tulang mencari uang untuk biaya pendidikannya? Seperti yang saya post pada judul sebelumnya, bahwa mahasiswa harus tahu diri. Maksudnya adalah ingat kemampuan diri sendiri bagaimana. Jika ingin bagaimana, maka harus melakukan apa. Karena apa yang dijalani dengan tidak halal, seperti contoh masuk PNS berkat orang dalam, maka gajinya tidak halal seumur hidup. Kecuali ia memang memiliki skill dan ditambah dengan faktor orang dalam, maka kita memang masuk karena skill kita dan bukannya karena orang dalam tersebut. Untuk itu, perlu diingatkan kembali bagi para mahasiswa, ingat perjuanganmu dulu ingin masuk universitas atau jurusan mana, jangan bermalas-malasan ditengah padatnya dunia perkuliahan dan ingat kerja keras orang tuamu demi menyekolahkanmu.

Seperti kata pepatah, “hasil tidak akan menghianati sebuah proses.” Mungkin itu adalah gambaran untuk orang-orang yang giat dalam prosesnya, sehingga Allah memberinya kemudahan di akhir penderitaannya. Jika ia tidak percaya akan hal tersebut, mungkin Allah belum memberinya kemudahan, karena Allah masih ingin melihat perjuangannya. Percayalah, Allah memiliki apa yang lebih baik untuk diberikan kepadamu. Mungkin engkau sudah putus asa terlebih dahulu sehingga ketika sedikit lagi Allah mengujimu, engkau sudah pasrah dengan pekerjaannmu terlebih dahulu.

Proses jugalah yang akan membuatmu menjadi apa akhirnya, jika selama menjadi mahasiswa rajin, bisa menjadi orang yang sukses dan jika selama menjadi mahasiswa malas-malasan, bisa menjadi orang yang tidak berhasil. Namun semua itu kembali kepada niat dari diri dan juga usaha yang terus menerus. Itu pula tergantung kekuasaan Allah SWT, mungkin ia yang dulunya malas, ketika dewasa ia menjadi sukses, itu karena jalan yang diberika oleh Allah dan bagaimana manusia itu menjalaninya kemudian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Takut Beroganisasi

Pendidikan Gotong Royong

Belajar Dari Binatang