Generasi yang Hancur!


Mau dikata apa pendidikan kita ini? Banyak siswa bahkan mahasiswanya yang masih kurang percaya diri dalam melakukan sesuatu yang seharusnya sudah menjadi tanggung jawabnya. Apa maksudnya? Banyak contoh yang buruk yang selama ini dilakukan oleh para pelajar, yang hakikatnya adalah seorang yang berpendidikan. Sebagai contoh, masih maraknya kasus mencontek yang dilakukan dari siswa SD sampai mahasiswa. Apa yang didapat? Sebagai seorang pelajar, tindakan tidak terpuji tersebut merupakan aib yang akan merugikan bangsa sendiri. Mengapa demikian?

Sebagai contoh, mahasiswa dari fakultas pendidikan yang notabenenya adalah sebagai calon tanaga pendidik yang nantinya akan mengajar anak-anak di sekolah. Jika dari sekolahnya saja ia sudah menyontek (menulis jawaban untuk ujian, memplagiat atau mengkopy paste sebuah artikel untuk tugas pribadinya dan lain-lain kegiatan yang dianggap bukan hasil dari dirinya sendiri) lalu bagaimana nantinya yang akan ia ajarkan kepada peserta didik? Apakah ia tidak memperbolehkan anak didiknya menyontek? Padahal semasa sekolah dulu ia sering menyontek. Itu seperti gambaran orang yang tidak tahu diri bukan.

Sebagai pelajar, apalagi calon guru, tidak perlu untuk menyontek. Lalu bagaimana dengan hasil ujian nantinya, jawabannya adalah satu, belajar. Untuk pelajar yang ia memang sudah tahu diri ia kurang pandai, maka belajarlah dari jauh-jauh hari agar nilai ujiannya baik. Tidak perlu menyontek, karena itu adalah hasil dari kurangnya percaya diri seorang pelajar yang jika terus dilakukan, maka akan terbiasa sampai beberapa generasi kedepan. Sekali lagi kuncinya hanya satu, yaitu belajar.

Bagaimana dengan seseorang yang malas, tentu ia akan memudahkan segala pekerjaannya yaitu dengan menyontek. Dalam hal ini setiap diri individu harus tahu diri, kekurangan ia apa dan apa kelebihannya untuk mematok diri kedepannya. Orang-orang dikelas tentu memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda-beda, hal itu dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar jika tidak mengerti pada suatu mata pelajaran didalam kelas atau jika malu bertanya kepada guru. Ada banyak hal yang dipermudah oleh Allah SWT untuk hambanya dalam mencari jalan dan mengemban pendidikan yang intinya tergantung dari setiap insan itu sendiri mau berusaha atau tidak. Karena apa yang diusahakan oleh setiap manusia, itu yang akan dipetik hasilnya kelak. Lalu bagaimana jadinya? Ya, kita harus berusaha.

Sebagai contoh, mahasiswa yang sering menyontek dalam pendidikannya adalah contoh dari orang yang kurang percaya diri. Mengapa? Karena ia kurang yakin pada dirinya sendiri untuk mengerjakan soal dan hal ini terus berlanjut sampai ia lulus nanti. Jadi, selama ini ia kurang percaya pada dirinya sendiri, lalu jika sudah lulus dan ia mengajar, apakah ia masih kurang percaya diri? Jika demikian, untuk apa ia mengajar jika ia sendiri saja kurang yakin pada kemampuannya. Ada banyak permasalahan yang dihadapi di provinsi Banten khususnya, banyak lulusan baru yang kurang kompeten pada bidangnya sehingga lulusan pendidikan yang seharusnya mengajar malah bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan keahliannya. Itu karena dari awal mereka tidak mencoba apa yang benar dan harus dilakukan.

Sebagi contoh, sudah mengetahui bahwa ia merupakan bagian dari mahasiswa pendidikan yang nantinya ia akan mengajarkan pendidikan kepada anak-anak, seharusnya ia sudah sadar diri mulai dari ia menjadi mahsiswa, ia tidak boleh menyontek yang nantinya akan menjadi panutan dari anak didiknya kelak. Untuk itu, sebagai mahasiswa pendidikan, sedikit demi sedikit kurangi hal-hal yang dapat merugikan kita nantinya. Mengapa merugikan? Karena ketika lulus, kita tidak memiliki kemampuan apapun yang dapat diajarkan kepada peserta didik nantinya, bagaimana memiliki skill, jika dalam kuliahnya saja diisi dengan menyontekdan malas-malasan.

Tidak ada kata (jalur dalam) dalam menjalani kehidupan ini, karena apa yang kita lakukan didunia akan dimintai pertanggung jawabannya. Sebagai contoh, seseorang yang pekerjaannya selalu malas-malasan dan menyontek dalam kuliahnya, tiba-tiba menjadi PNS karena bantuan orang dalam, sampai mati ia akan menerima gaji yang tidak halal. Apakah kita mau menjadi seseorang yang seperti itu? Yang pekerjaannya tidak diridhoi oleh Allah SWT? Untuk itu, bersungguhlah dalam belajar dan menempuh pendidikan agar mendapatkan skill yang nyata untuk pekerjaan mapan yang kita idam-idamkan. Hidup generasi nyata!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Takut Beroganisasi

Pendidikan Gotong Royong

Belajar Dari Binatang