Bagaimana Nasib Saudara Kita yang Memiliki Keterbatasan dalam Fisiknya?
Di
dunia ini, Allah SWT telah memberikan kenikmatannya yang luar biasa kepada
kita, para hambanya yang selalu meminta lebih dan lebih. Ada kalanya manusia
dititipkan anugerah seorang anak, yang seharusnya dijaga dengan baik. Namun
kenyataannya, banyak orang tua yang menggugurkan anaknya, tidak mau menerima
kehadirannya dikarenakan salah dari diri mereka sendiri yang tidak bisa menjaga
diri, sehingga hamil diluar nikah. Jika dipikirkan, apa salah anak yang tumbuh dari
rahim mereka? Haruskah mereka menanggung dosa akibat dari orang tua yang
berbuat kesalahan?
Ada
beberapa orang tua yang tidak dapat menerima kenyataan bahwa anak mereka
terlahir cacat, apa yang seharusnya dilakukan orang tua? Ingat, anak adalah
titipan Allah, sehingga jangan ada niatan dalam hati untuk tidak menerima
bahkan membunuhnya. Karena membunuh dikatakan dengan mengambil hak hidup,
sedangkan dalam Islam, membunuh merupakan hal yang keji, yang sangat dibenci
oleh Allah SWT. Untuk itu, tetap jaga dan sayangi anak walaupun ia terlahir
cacat. Pada dasarnya, anak merupakan titipan Allah yang dititipkan kepada
manusia untuk menjaganya, yang nantinya akan dimintai pertanggung jawaban.
Bagaimana selama di dunia ia menjaga titipan dari Tuhannya tersebut.
Lalu
bagaimana anak yang memiliki kebutuhan tersebut dapat menikmati pendidikan?
Bukankan untuk menghidupi kehidupannya sehari-hari saja mereka tidak mampu?
Untuk itu, perlunya pendidikan antara lain, untuk memperlihatkan sisi
kemanusiaan yang sudah dimiliki oleh setiap insan. Bagaimana ia mengembangkan
pengetahuannya agar menjadi manusia yang bermoral, menjadi manusia yang
memiliki hati nurani, sehingga dalam melakukan segala sesuatu, ia akan ingat
siapa dirinya dan tahu mana yang benar dan salah. Manusia yang berpendidikan
tentu bisa membedakan apa yang salah dan tidak berani melakukan hal tersebut
dikarenakan ia tahu dampak dari perbuatan yang akan dilakukannya itu. Dengan
demikian, manusia yang berpendidikan akan menjadi orang tua yang baik untuk
anak-anaknya kelak.
Anak
yang terlahir cacat? Baimana ia menjalani kesehariannya? Hal tersebut tentu
menjadi pertanyaan besar, bagaimana anak yang cacat atau mengalami kebutuhan
khusus dapat menjalani kehidupannya ditengah keterbatasannya. Untuk itu,
diingatkan kembali bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam menyelesaikan
permasalahan yang terjadi di sekitaran kita ini. Manusia yang berpendidikan
melahirkan orang tua yang berpendidikan, orang tua yang berpendidikan akan
menuntun anaknya menjadi manusia yang berpendidikan juga. Untuk itu orang tua
yang baik akan menuntun anaknya yang memiliki kebutuhan khusus agar tetap bisa
berkembang di masa depan. Anak berkebutuhan khusus atau ABK akan tetap belajar
seperti anak normal jika orang tua mengetahui persis apa yang dibutuhkan oleh
anak tersebut. Apa yang harus dilakukannya agar anaknya dapat mandiri di masa
yang akan datang.
Salah
satu pendidikan yang menunjang untuk anak yang memiliki kebutuhan khusus adalah
pendidikan inklusi. Didalam skolah inklusi, anak akan dibimbing sesuai dengan
keterbatasan yang dimilikinya. Pendidikan inklusi sangat penting guna membantu
anak agar terbiasa dengan kecacatan yang dimilikinya. Pendidikan inklusi juga
dapat membantu anak agar anak tidak memiliki rasa minder karena berbeda dengan
teman sebayanya, dikarenakan dalam sekolah inklusi tersebut, ia memiliki banyak
teman yang rata-rata ikatan persaudaraannya sangat kuat. Anak akan merasa
memiliki teman dan diperhatikan, sehingga ia menjadi giat ke sekolah dan mulai
terbiasa dengan kehidupannya sehari-hari. Orang tua akan tetap mengawasi
bagaimana kondisi anaknya dan dapat saling berkomunikasi dengan guru mengenai
hal-hal yang terjadi pda kehidupan anaknya. Dengan begitu, orang tua akan
merasa tenang dan jika mereka meninggal nanti, anaknya dapat tumbuh dengan
mandiri.
Satu
tambahan lain, sebagai manusia yang memiliki banyak kekurangan, jangan melihat
seseorang dari kelemahan atau dari fisiknya saja, mengapa? Karena seorang
manusia tidak ada yang dilahirkan dengan sempurna, untuk itu, sesama makhluk ciptaan
Tuhan, haruslah saling menghargai dan memiliki rasa empati jika melihat orang
lain yang mengalami keterbelakangan. Sebagai muslim yang baik, tentu haruslah
saling mensuport agar terjadinya kerukunan antar sesama umat beragama.
Komentar
Posting Komentar