Rangkuman Filsafat Pengetahuan

Judul              : Filsafat Pengetahuan
Karangan       : Prof. Dr. Cecep Sumarna
Tahun             : 2016
Penerbit          : PT Remaja Rosdakarya Offset – Bandung

BAB I
FILSAFAT PENGETAHUAN

PENDIDIKAN DAN LOGIKA BERPIKIR
Pendidikan di Indonesia berada dalam kebingungan akut, ia dianggap gagal memainkan perannya dalam proses mencerdaskan output yang terlihat dari kecilnya indeks prestasi peserta didik ketika mengakhiri studinya di ujian nasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, meskipun standar kelulusannya dinilai terlalu rendah jika harus dibandingkan dengan standar kelulusan negara tetangga di Asia Tenggara. Pakar pendidikan banyak yang berpendapat bahwa, kgagalan terjadi karena rendahnya sertifikasi pendidik dan tenaga kependidikan. Salah satu faktornya adala, kecilnya tingkat kesejahteraan dan ambigunya mekanisme karier mereka dalam mengemban amanahnya sebagai tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
Dalam analisis penulis, sebenarnya ada persoalan lain yang jauh lebih dalam. Misalnya, dalam soal ketidakmampuan dunia pendidikan dalam membentuk dimensi kualitatif peserta didik yang solusinya yang hanya dapat dilakukan melalui kegiatan berpikir jernih dalam mengaktivasi psikis peserta didik ke dunia yang abstrak, yan prosesnya tidak dapat diamati hanya dengan menggunakan indera manusia. Namun jika dibandingkan dengan persoalan pencerdasan output, kegagalan di jenis ini jauh lebih kompleks dan rumit. Kegagalan substansif yang dimaksud adalah slah satunya menurut penulis, terletak pada rendahnya dunia pendidikan dalam menumbuhkan kreativitas berpikir peserta didik. Indikator kuncinya ditandai dengan sedikitnya ruang kebebasan pesera didik untuk berbicara dengan dirinya sendiri dalam mempertimbangkan, merenungkan, menganalisis, membuktikan dan menunjukkan suatu jalan pikiran tertentu untuk menghasilkan suatu produk baru dalam bidang keilmuan yang mereka geluti.

MENGAPA FILSAFAT PENGETAHUAN?
Filsafat pengetahuan, apa mungkin mengubah mindset berpikir peserta didik? Banyak yang menganggap filsafat pengetahuan hanya cocok diberikan untuk mereka yang belajar di S2 atau S3. Mahasiswa yang menurut terminologi dimaksud sudah dapat dan layak berpikir, lebih cocok jika dibandingkan dengan mereka yang belajar di S1. Namun bagi penulis, hal ini dianggap keliru karena dalam kasus ini justru akan mndapatkan hasil berupa perkembangan yang justru mendorong elaborasi pengetahuan dan bahkan mata kuliah filsafat pengetahuan ini sudah diajarkan pada jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
Mengapa hal tersebut dianggap keliru, karena banyak yang menganggap bahwa filsafat pengetahuan sama dengan filsafat pada umumnya yang berarti belum cocok jika diajarkan kepada peserta didik. Padahal filsafat pengetahuan mengkaji dimensi kesejarahan dan pokok pikiran kefilsafatan dari zaman ke zaman. Dikaji juga soal etika dan estetika yang membelit atau harus membelit suatu ilmu. Jadi, mata kuliah ini mengkaji perkembangan ilmu, karakter keilmuan dari zaman ke zaman dan bagaimana masing-masing karakter dimaksud berpengaruh dan dipengaruhi budaya dan peradaban yang mengitarinya. Sumbangan apa yang pernah diberikan masing-masing ilmuan dari setiap fase peradaban dan bagimana setiap fase peradaban itu membentuk zaman. Menurut penulis, filsafat pengetahuan itu koheren, lengkap dan menyentuh hampir setiap dimensi yang terdapat dalam kajian keilmuan, khususnya dalam konteks pembentukan logika berpikir. Ilmu apapun itu yang dikajinya, termasuk seseorang sedang mengkaji agama dan apapun yang berkaitan sengan kata agama.

MENGAPA DITULIS DALAM BENTUK NOVELAT
Meneurut penulis, mengapa ia membuat buku yang berbentuk novelat, hal ini karena dipengaruhi oleh tiga alasan : pertama, dalam perjalanan panjang penulis sebagai dosen pengampu mata kuliah filsafat pengetahuan, penulis bertemu dengan banyak mahasiswa yang sebenarnya gemar berpikir, tetapi tidak gemar membaca apalagi gemar menulis. Terlebih jika yang harus dibaca itu adalah kajian filsafat yang memaksa siapapun untuk berpikir kritis.
Kedua, penulis memiliki cita-cita yang dalam anggapan tertentu layak disebut mulia, yakni bahwa pikiran-pikiran yang tertuang dalam kajian filsafat pengetahuan dan metode berpikir yang kemudian penulis namakan dengan filsafat pengetahuan, itu sangat strategis dalam pengembangan kreativitas berpikir orang. Karena itu, kajian ini semestinya banyak dibaca berbagai pihak, termasuk mereka yang tidak sempat mengikuti pendidikan  di pendidikan tinggi ataupun mereka yang tidak pernah mempelajari filsafat. Mereka berada di kubangan yang jauh lebih kompleks dan luas dibandingkan dengan mereka yang mengikuti pendidikan tinggi.
Ketiga, secara historis, ilmu terlahir karena filsafat. Persoalannya, filsafat lahir karena apa? Ternyata \, dalam kasus-kasus tertentu, filsafat lahir karena budaya sastra, budaya seni dan budaya frasa rakyat. Kegiatan filsafat sejatinya kegiatan umum manusia, yang ada sejak manusia berpikir. Inilah keunggulan lain, mengapa pada akhirnya, penulis harus menyusunnya ke dalam bentuk novel.

BAB II
GERAK DINAMIS DARI MITOS KE LOGOS

EVOLUSI ILMIAH
Tersebutlah sebuh kisah sebuah keluarga unik yang tinggal di pedalaman, singkat cerita mereka tidak pernah tersentuh oleh budaya luar dan secara total menetapkan diri dalam kebergantungannya kepada Tuhan yang mereka anut, selanjutnya menapaki hidup dengan jutaan masalah yang rumit dan kompleks. Merajut impian idealnya yang dirasa sulit, namun tetap sabar menjalaninya dan inilah yang dalam buku disebut keluarga Kaisar.
Keluarga ini memilikienam orang anak dengan karakteristiknya masing-masing namun hanya satu yang dapat mengikuti kebiasaan Kaisar, anak itu dalam buku ini diberi nama Bert. Bert memiliki tabiat seperti Kaisar, yakni rajin membaca dan karena itu ia sering diajak oleh Kaisar untuk berpikir tentang sesuatu ketika Kaisar menemukan masalah yang dirasanya cukup sulit untuk diselesaikan. Kaisar terus mengajak Bert untuk membaca dan berpikir dan ia meminta anaknya itu untuk mereneungkan segala dinamika sosial yang terjadi pada segenap budaya di sekitarnya serta membaca referensi kehidupan untuk menambah wawasan yang mereka jalani.
Suatu ketika mereka sedang berdiskusi dan diskusi yang terekam oleh tulisan Bert adalah teknologi informasi dan diskusi tersebut berlangsung pada pagi hari yang masih berembun, didepan tungku api dan untuk pertama kalinya sebuah televisi swasta bernama TPI (Televisi Pendidikan Indonesia) tayang. Kaisar menunjukkan kebahaagiannya terhadap siaran televisi, karena menurutnya telah menambah jumlah siaran televisi yang sebelumnya hanya di monopoli TVRI. TPI juga mengubah jam tayangnya menjadi siang dan bukan hanya malam juga mulai menayangkan aneka ragam acar yang sangat berbeda dengan siaran TVRI dalam bentuk berita beragam dan film menarik lain.
Pagi itu TPI sedang siaran di Indonesia dan Kaisar berkata kepada anaknya “Anakku, abad baru telah muncul. Abad dimana kamu tidak lagi murni menjadi manusia desa. Abad ini akan membawa kamu ke alam luas karena dunia akan semakin dipersempit. Kamu akan dibawa ke mancanegara dengan sejumlah masalah yang melingkupinya. Aku akan menyaksikan bagaimana dunia dibangun manusia dan memberi efek simultan terhadap diri kamu dan pengetahuan kamu tentu saja.” Dari pernyataan Kaisar di pagi itu tentu saja membingungkan pikiran manusia biasa, termasuk Bert. Lalu Kaisar berkata lagi : “Bert kamu harus tahu bahwa ilmu yang dikembangkan manusia, dari dulu sampai sekarang, terus-menerus melahirkan anak turunannya dalam bentuk teknologi, salah satunya teknologi  informasi. Teknologi informassi, telah membuka cakrawala baru dan kamu harus menyongsongnya dengan baik, tentu selain kamu harus menguasainya. Teknologi informasi telah membuat kamu pada akhirnya, untuk tidak lagi harus memungut serpihan koran yang terinjak orang untuk dibaca beritanya. Kini, kamu tinggal duduk di kursi lalu mendengarkan berbagai berita yang disajikan. Inilah salah satu anak turunan dari ilmu. Ilmu lahir karena filsafat. Ilmu melahirkan anak baru teknologi. Teknologi melahirkan sejumlah anak lagi, salah satunya teknologi informasi.”
Bert diam dan hanyut dalam pikiran yang tak menentu, ia bingung untuk bertanya tentang makna apa yang terkandung didalamnya. Bert makin bingung ketika Kaisar menyatakan bahwa segala sesuatu yang terjadi di muka bumi, pasti merupakan anak turunan dan menjadi lanjutan dari satu fase ke fase lain. Fase itu sendiri juga dipengaruhi oleh fase lain sebelumnya. Kaisar menyatakan bahwa apa yang didapatkan manusia hari ini, tidak lebih adalah apa yang telah didapatkan oleh ilmuan sebelumnya.

EVOLUSI MISTIK
Bert dan Kaisar, sekali lagi tinggal di desa pedalaman. Tempatnya hanya dihampari jalan dengan tanah merah yang jika hujan beceknya minta ampun. Ada satu kebiasaan Bert muda ketika tingga di desa, yaitu berjalan kesana kemari sembari melakukan proses penghayatan atas berbagai fenomena kealaman yang terkadang misterius. Ketika berjaan kesana kemari Bert bertemu dengan lima orang i bu muda yang sedang hamil tua. Bingung karena mereka hamil tanpa suami yang seharusnya wanita hamil karena suami, mengapa ibu-ibu itu bertingkah pola aneh, tidak logis dan sulit dimengerti. Ia berjalan dalam keakuannya sendiri, meyakinkan diri sendiri mengapa masyarakat menganggap bahwa jika ada ibu-ibu sedang hamil maka ia dianggap disenangi makhluk gaib, ibu yang hami dianggap harum dan oleh karena itu mereka disukai para dedemit.
Ha tersebut menimbulkan tanda tanya besar bagi Bert, karena mereka diwaktu dan ditempat tertentu tidak dapat melakukan kegiatan seperti manusia pada umumnya. Di siang hari menjelang maghrib misalnya dianggap sebagai waktu ideal turunnya dedemit. Contoh lainnya adalah di bawah pohon besar, batu besar, sungai besar dan gunung besar. Ditempat-tempat seperti itu dedemit dianggap dapat ditakuti dan hanya dapat dikalahkan bawang putih dan benda-benda tertentu yang dianggap keramat. Ibu-ibu yang hamil itu ketika melewati tempat tersebut harus rela menggunakan barang atau benda tertentu, kemanapun mereka pergi dan umumnya diletakkan di balik payudara mereka yang tujuannya menghindarkan mereka dari dedemit dan dengan langkah seperti itu mereka menganggap bahwa bayi yang dikandung oleh mereka selamat dari marabahaya digoda oleh dedemit tadi.
Bert bergumam, apakah manusia mungkin dikalahkan oleh makhluk halus sejenis jin? Bukankah manusia adalah makhluk sempurna yang bukan saja mengalahkan jin, tetapi ia juga mampu mengalahkan malaikat? Dimanakah makhluk halus itu berada? Bert pun tidak tahu, dan inilah yang membuat Bert dalam sehari harus menghabiskan beberapa jam dibawah pohon besar atau disekitar batu besar. Ketika Bert sedang berjalan-jalan kemudian tanpa halilintar dan awan tebal, tiba-tiba hujan turun dengan deras dan setelah itu munculah pelangi dengan tujuh warna. Yang mengagetkan bagi Bert adalah karena banyak berdatangan kakek dan nenek yang membawa bunga serta makanan berwarna warni, mereka meletakkan makanan yang dimaksud disamping sebuah tempat dimana Bert bisa mengintip makhluk halus yang ditakuti manusia.
Masyarakat percaya bahwa bidadari sedang turun dari kayangan, kayangan mana dan seperti apa bidadari yang turun tersebut. Bert semakin bingung dan tidak menyadari bahwa itu merupakan hari kamis yang mana malamnya adalah malam jumat kliwon. Di kampung tersebut tiba-tiba penduduk sunyi senyap, tersedak bau minyak kesturi dan kemenyan yang demikian menyengat serta lampu di rumah-rumah penduduk cenderung redup. Samar-sama terdengar bacaan surah yasin, ar rahman dan al insyirah, mereka kebanyakan tidak keuar rumah namun tinggal dirumah masing-masing dengan desahan ayat-ayat suci yang dianggap sakti. Malam seperti ini dianggap bahwa, dewa, dedemit, arwah turun menyapa manusia di bumi, dedemit dimaksud cenderung menakuti manusia.
Bert kemudian mengunjungi Kaisar dan menanyakan mengenai hal tersebut, mengapa dengan keyakinan yang dianutnya, masyarakat desa sedemikian mistis dan bagaimana caranya mengubah situasi ini. Kaisar menjawab bahwa situasi ini sulit, situasi diciptakan atau tercipta secara alami. Mereka menganggap bahwa kegiatan tadi dianggap dapat mendoakan arwah para leluhur. Positifnya, karena kegiatan itu banyak anak kampung yang menjadi hafal surah yasin dan ar rahman. Surah ini juga dianggap efektif melakukan komunikasi dengan makhluk gaib. Disatu sisi, ritual kemenyan berarti memberi rezeki kepada penjual bunga-bungaan tersebut.

MENELUSURI EVOLUSI MISTIK YUNANI KUNO
Bert pemikir muda sera pembaca yang baik dan juga pendengar yang setia, lahir dalam kultur yang relatif terdidik, dibangun dalam balutan untuk pemikir kritis yang dialetik. Ia menjadi pewaris utama pemikiran Kaisar yang mengasumsikan bahwa hanya dengan belajar, manusia dapat memperoleh sesuatu yang berharga. Kaisar selalu memberi buku kepada Bert dan Bert sangat senag membacanya.
Beberapa buku tergeletak di ruang kerja Bert dan salah satunya berkisah tentang kehebatan Yunani dalam soal pembuatan ide dan cerita termasuk cerita soal mistik. Itulah Bert, si tukang penasaran dan penggila sesuatu untuk dibaca jika ada masalah yang dianggapnya aneh dan memerlukan kajian mendalam untuk ditelitinya. Ketika itu, menjelang maghrib dan Bert sedang duduk di kursi goyangnya di ruangannya. Kaisar mendatanginya dan tersenyum melihat anak kesayangannya tidak pernah lelah membaca buku. Bert terbangun dengan kedatangan Kaisar dan akhirnya pun ia bertanya “ Kalau boleh saya bertanya, mengapa Yunani kuno dianggap penuh mistik? Padahal di kampung kita hari ini, mistik sangat banyak dan kaya nilai.”  Kaisar menjawab bahwa Yunani kuno sama dengan negeri-negeri ain di dunia, termasuk kampung kita sampai saat ini yang memiliki mistik. Yunani dianggap sebagai negara yang memiliki mitos lebih kencang dan melampaui batas negara-negara lain. Mitor yunani lebih banyak berbicara soal asal-usul alam semesta. Karena itu negara tersebut dianggap nyentrik skaligus unik dengan mitologinya yang sanggup membuat legenda asal muasal bumi tercipta dan bagaimana manusia bertumbuh dan berkembang.
Yunani kuno, dahulu ada seorang tukang dongeng namanya Hesiodus (perangkat mitologi Yunani) yang kemudia dia susun dalam karya Theonyogi-nya. Dalam karya itu, ia menyebut titan sebagai dewa yang hadir dalam bumi disaat bumi dalam keadaan kacau balau. Kalau begitu,  mitos dapat menjadi dasar lahirnya peradaban karena dapat dimafhumi mengapa peradaban terbaik justru terlahir dari sikap masyarakat yang seimbang antara keyakinan akan adanya sesuatu berdasarkan fakta-fakta empiris-rasional dan menjadi penggerak utama pada segala sesuatu yang tampak. Keyakinan akan adanya sesuatu dibalik sifat fisik dan empiris ini diyakini banyak ilmuwan mengkaji dalam suatu ilmu yang kemudian dikenal sebagai mitologi
BAB III
EVOLUSI ILMU

EVOLUSI ILMIAH
Keluarga adalah bagian penting untuk membangun dinamika umat. Hanya melalui keluargalah segaa hal tercipta. Kaisar sendiri untuk membangun keluarga agar tetap harmoni itu dilakukan dengan cara bercengkrama meski dalam waktu yang terbatas. Hari-hari libur seperti hari sabtu dan minggu digunakan Kaisar untuk hidup secara ttal bersama keluarganya. Suatu hari, diwaktu libur bert bertanya kepada Kaisar mengapa Yunani dikagumi dunia sebagai peletak dasar lahirnya filsafat dan bahkan imu pengetahuan. Ia menyebut bahwa tidak mungkin serta merta mitos tumbuh menjadi sesuatu yang imiah tanpa ada situasi yang bersifat transisional dan bagaimana itu bisa terjadi di Yunani kuno.
Kaisar menjawab bahwa di Yunani kuno, ada pemikir ulung yang mentransisikan fenomena alam yang sebeumnya penuh mistik ke ranah baru yang lebih tradisional. Dalam banyak kasus, legenda yang menjadi mistik Yunani kuno, persis seperci cerita yang menjadi alur wayang kulit di Indonesia. Semua cerita dalam naskah pewayangan, pasti merupakan kisah yang diceritakan secara turun-temurun yang bukti empirisnya entah dimana.

ILMU DAN MORAL PRAKTIS
Rumah Kaisar yang di desain secara arsitektur sejak tahun 1960-an, saat tertentu terkesan sepi dan sulit mendapat pengunjung, kecuali di malam hari. Jika malah hari tba, banyak orang datang untuk menonton televisi hitam putih dengan ukuran 14 inch, tetapi di desa itu memang terdapat hanya satu televisi. Pada makan malam kali itu, Bert yang mengawali diskusi tersebut, Bert menyatakan bahwa tradisi imiah tokoh-tokoh kunci Yunani kuno sekelas Thales dan kawan-kawan ternyata diteruskan filsuf brilian seperti Scorates, Plato dan Aristoteles. Melalui tiga serangkai filsuf itu, negeri penuh mitos yang sudah mulai adaptif dengan dunia ilmu ini tumbuh menjadi pusat perkembangan ilmu pada kelas dunia yang lebih praktis di zamannya. Inilah zaman yang dalam analisis Bert mungkin setara dengan kisah Dzulkarnain dalam al quran.
Keteguhan tiga filsuf yang meneruskan tradisi ilmiah diatas, menurut Bert telah memnyebabkan Yunani berdiri kokoh menjadi pusat perkembangan imu dan peradaban dunia. Yunani memiiki peran penting pada akhirnya dalam mengubah paradigma berpikir manusia dari sesuatu yang sebelumnya berbau mistik ke dunia baru yang lebih ilmiah dengan ciri empiris dan logis dengan tataran lebih praktis. Sebuah rumusan sekaligus konsep yang mampu mengubah peta mitoogi yang penuh khayal dan imajinatik ke dunia logis, faktual, rasional, konkret dan dalam kasus tertentu muai terukur.
Yunani kuno sejak Scorates, Plato dan Aristoteles kurang lebih pada abad ke-5 sampai dengan abad ke-4 SM mulai adanya perhatian akan pentingnya ide-ide, hubungan antara realitas dan ilusi, bentuk dan substansi serta fakta dan fiksi. Pikiran Plato yang dikembangkan murid-muridnya tentang alam semesta, menjadi sebuah contoh konkret upaya pencarian ilmu yang sebelumnya berbasis mitologi. Yunani dengan tiga filsuf besarnnya, mampu melahirkan sejumah dialetika ilmu yang cukup signifikan. Misalnya dialetika tokoh (filsuf) idealistik Scorates-Plato dengan tokoh pragmatis seperti Aristoteles-Aristhipos. Soal ini penting disebutkan karena hampir setiap kajian kefilsafatan dan keilmuan, sekalipun di era modern, selalu mengilustrasikan kebesaran Yunani dan sekaligus pemikiran dialektis yang dilahirkan tiga tokoh ini.

PERAN SASTRA DALAM MENTRANSFORTASI ILMU
Sastra dianggap Bert sebagai sesuatu yang paling netral dalam konteks politik dan selalu mengabdi sepenuhnya kepada kepentingan sastra dan ilmu pengetahuan itu sendiri. Hanya Indonsia yang pernah mempertarungkan sastra dalam bentuknya yang khas, yakni antara mereka yang gandrung dengan dunia sosialis-komunis dengan sastrawan lain yang berada dalam domain sebaliknya. Ia sadar bukan hanya negara, tetapi pribadi masing-masing orang juga dipengaruhi sastra dan yang membuat seseorang atau negara itu terkenal, banyak yang dipengaruhi dunia sastra.
Secara geografis, kata Bert, Yunani berdekatan dengan daerah Timur kuno (China) dan Babylonia (Mesir). Di dua daerah ini ilmu pengetahuan dan teknologi sudah berkembang, meski perkembangan ilmunya itu sendiri masih terbatas di wilayah dimana pusat dua perkembangan peradaban daerah itu ada. Perkembangan dua budaya ini telah mempengaruhi mitologi Yunani kuno menjadi lebih praksis sebagai sebuah ilmu. Melalui tiga filsuf tadi, dengan demikian terjadi pergeseran-pergeseran pemikiran. Ilmu tidak lagi hanya milik sebuah komunitas, tetapi ia dapat diakses dan dikembangkan, siapapun yang menghendakinya,
Dalam konteks tertentu, Yunani kuno dalam tulisan Bert dimaksud, mampu melakukan sistematisasi dan sekaligus generalisasi landasan bagi lahirnya teori atau ilmu pengetahuan yang sebelumnya penuh mistik. Dalam kasus tertentu, apa yang disebut dengan kebangkitan sains Barat-Eropa modern adalah hasil dari semangat baru ala Yunani kuno, khususnya ketika meneliti sesuatu melalui proses investigasi atas sejumlah metode baru, yakni metode eksperimen, penyelidikan, pengukuran dan pembangunan matematikal yang secara embrional sesungguhnya telah ada sejak di Yunani kuno.

BAB IV
MASA KEGELAPAN BARU

ILMU DI ERA KRISTEN AWAL
Suatu hari bert kembali pulang kampung. Kali ini kepulangannya benar-benar dihabiskan dirumahnya. Ia mengikuti perlombaan voli setempat yang diselenggarakan oleh pemuda disana dan sisanya ia menghabiskan waktunya di kamar atau di taman belakang rumahnya. Suatu hari Bert sedang duduk sendiri dekat dengan bunga mawar yang sedang mekar. Ia menggenggam buku besar tulisan tokoh reformasi agama Indonesia, bernama Nurcholish madjid. Tokoh muslim kontroversial yang oleh mereka (anti) terhadap pemikirannya disebut sebagai agen Yahudi.
Ia terenyak kaget saat ia membaca buku tersebut yang mengungkap bahwa tradisi awal kristen sangat jauh berbeda dengan tradisi masyarakat muslim dalam konteks penguasaan ilmu pengetahuan. Apa mungkin? Padahal hari ini, negeri dengan lakon khusus yang ingin menempatkan diri sebagai polisi dunia itu, selalu tampil dengan kegagahannya yang khas yang menstamsilkan dirinya sebagai penguasa ilmu pengetahuan. Selain itu, Bert beranggapan bahwa sebelum islam menjadis ebuah ajaran, karena Nabinya lahir terakhir, sekitar abad ke-7 m, kristenlah yang pertama kali masuk dalam kubangan dunia, termasuk mungkin dalam kubangan ilmu pengetahuan. Masalahnya mengapa Nurcholish menulis sesuatu yang sangat mengejutkan?
Ia menanyakan hal tersebut kepada Kaisar yang malah dijawab oleh Marhum, seorang teman Kaisar. Ia mengatakan bahwa era awal kristen, para filsuf selalu merasa berat menghadapi gerakan kaum gereja, meski bukan berarti kalangan filsuf sama sekali hilang di peradaban dunia, termasuk di kalangan gereja sendiri. Harus diakui bahwa kristen di periode awal itu sangat elitis dan ideologis, sehingga tidak ada ruang kritis yang bersifat dialogis. Mengapa bisa begitu, bukankan ajaran kristen berasal dari Tuhan yang sama, yakni Allah? Kalau sama-sama bersumber dari sesuatu yang sama, mengapa berbeda? Mengapa yang satu kritis terbuka (islam) dan mengapa kristen tertutup dan jauh dari karakter kritis. Hanya setiap agama selalu dibawa para penerjemah agama. Kristen lebih memilih kelompok elite mereka yang cenderung dogmatis. Kelompok itu adalah mereka yang memiliki kekuasaan untuk menafsirkan ajaran agama kristen bersama injil tentu saja dalamnya. Kyai atau ulama dalam istilah islam, sedangkan pendeta dalam kristen.
Hanya perlu dicatat bahwa, pada kalangan gereja terdahulu hanya orang-orang yang disebut pendeta itulah yang boleh menguasai injil dan keluar masuk gereja, sedangkan dalam islam siapapun boleh masuk kedalam masjid tanpa kecuali. Karena keterbatasan tersebutlah yang membuat kristen tidak dapat menguasai ilmu pengetahuan. Segala sesuatu yang terbatas pasti akan menghasilkan ssesuatu yang terbatas pula dan kehilangan elastisitasnya. Ditambah dengan kecenderungan mereka yang selalu menghubungan ilmu pengetahuan dengan agama dalam bentuk history of scientific progress (sejarah perkembangan ilmu), tidak pada social psychology-nya. Sehingga elastisitas ilmu pengetahuan menjadi tidak tampak kalau bukan sama sekali hilang.
Kaisar kemudian menjawab dengan mengatakan bahwa kondisi ajaran kristiani yang menempatkan kitab suci dengan ilmu dalam posisi tadi, akan menjadi catatan penting bukan saja bagi masyarakat kristen sesudahnya, tetapi yang menarik justru bagi masyarakat dan komunitas lain, seperti masayarakat muslim. Masyarakat dan komunitas agama terakhir ini merespon hubungan agama dengan ilmu pengetahuan hanya dalam bentuk sosial psikologis. Jadi bentuk hubungan seperti yang diperagakan masyarakat kristiani, dicatat sejarah telah melahirkan sejumlah kerugian dalam konteks perkembangan filsafat dan ilmu. Diantara kerugian tersebut, adalah terjadinya pertentangan antara kajian keilmuan dengan agama. Dalam kasus tertentu, ilmuwan bahkan dianggap sebagai pengembang bid’ah atau paganis yang wajib disingkirkan.
Kondisi ini harus diakui teah menyebabkan hilangnya tradisi Agung Yunani yang kritis sekaligus dialektis. Sebagian besar pengikut ajaran kristus yang fanatik, malah memberi kesan lahirnya kembai mitologi seperti pernah berjaya di abad-abad pra-Scorates, Plato dan Aristoteles di Yunani kuno bahkan berjaya jauh hari sebelum Thales. Pengikut agama yang fanatik ini tumbuh menjadi penentang yang kuat terhadap perkembangan empirik rasional yang dibangun filsuf awal Yunani. Pengikut kristus di masa lalu justru sering mempertentangkan hasil kajian ilmiah dan filosofis yang dibangun manusia sebeumnya, sehingga dunia kembali mengalami kemunduran karena masyarakat ilmiah kembali dikalahkan ajaran yang berbau mistik. Banyak musibah yang terjadi akibat sikap ini, contohnya satu-satunya perpustakaan Iskandaria, dibakar sebagian pengikut setia ajaran kristus yang fanatik,  dari penganut agama mitologi kaum nasrani yang berwatak tidak ilmiah. Patut diduga bahwa perpustakaan itu dibangun oleh Aristoteles  bersama dengan muridnya bernama Alexander Agung.

SEPERCIK KESADARAN
Bert sedang mencari novel karya Dan Brown, Bert juga berselancar membaca buku Simon Sebag, yang membicarakan biografi Jarusalem dalam judul Jarusalem, The Biography. Akhirnya ia menganaisis tulisan Jonathan Black dalam judul buku The Secret History of The World. Ia akhirnya membaca buku Abraham Park berjudul Silsilah di Kitab Kejadian. Bert menarik benang merah dengan mengkaji rumusan Stoae yang berjudul yang menjadi ilustrasi di mana pusat perkembangan ilmu pengetahuan di tumbuhkan di era kristen awal. Bert pertama kali mencari makna Stoae. Dalam kesendiriannya iniah Bert kemudian menyimpukan bahwa kata Stoae awalnya diambl dari arsitektur Yunani kuno yang mungkin dibangun para inteektual brilian meraka. Ternyata, seteah dibolak-balik, Stoae sebenarnya mirip dengan jenis jalan tertutup, menyerupai serambi dengan fungsi kepentingan umum.
Sebelum masuk ke Stoae yangterbuka itu, umum diketahui bahwa bangunan dimaksud diawali dengan pintu masuk yang didepannya tersedia kolam air yang tampak bening. Bangunan itu, dilapisi sesuatu agar terlindungi dari serangan apa pun sehingga membuat rungan ini tetap aman dan selalu terjaga dari serangan musuh maupun dari mereka yang tidak mencintai dinamika ilmu. Inilah bangunan penting, pikir Bert. Ia menyimpulkan Stoae melambangkan sebuah gedung yang melukiskan adanya harmoni dalam hidup. Bangunan yang menyimetriskan antara atap dengan dukungan tiang-tiang yang kokoh telah menyebabkan suasanya menjadi demikian terbuka untuk umum. Dibangun dengan lambang kejayaan masyarakat Yunani masa lalu akan kegigihan  mereka dalam membangun peradaban.
Dalam penjelasan lain, Bert menemukan keterangan lain bahwa di sekitar Stoae ini, pedagang dapat menjual barang-barang mereka ayaknya di sebuah pasar. Para artis juga sama, mereka dapat menampilkan karya seninya dengan penuh antusias. Para ahli agama dapat melakukan pertemuan keagamaan dengan mereka yang menjadi umatnya. Bert melayang mengingat suasana itu, seperti cerita dalam lakon masyarakat Arab perkenabian Muhammad yang menempatkan serambi Kakbah relatif mirip seperti apa yang diperagakan Stoae ini. Yang berbeda adalah Kakbah di di kampung Mekkah, sedangkan Stoae dibangun di tengah kota dekat pasar, tetapi secara fungsi sama.
Ketika Bert menelusuri situasi-situasi yang membingungkannya, ia bertemu dengan pikiran Epicurus yang menjadi salah satu juru kunci di Stoae. Menurutnyalah kematian adalah akhir dari segalanya. Kematian tidak harus ditakuti dan disesali, dewa menganggapnya tidak akan menghukum manusia karena ia memiliki rasa kasih sayang yang lebih dibandingkan dengan manusia sekalipun. Ia juga mengklaim bahwa alam semesta bersifat tidak terbatas dan kekal. Disebut kekal karena bukan saja ia tidak akan ada akhir dalam konteks material, tetapi ia hadir bersama Tuhan. Setiap peristiwa di dunia, karena itu pada akhirnya didasarkan atas gerakan dan interaksi atom. Atom inilah yang akan selalu bergerak dalam ruang kosong sekalipun.
Berbagai bacaan yang dibaca dan dianalisis Bert, akhirnya merumuskan suatu deskripsi bahwa, di kalangan kristen, upaya penyelamatan dinamika filosofi Yunani itu tetap ada meskipun dalam jumlah yang sangat sedikit. Jika penjelasan diatas kemudian dielaborasi ke dalam tataran pemikiran filosofis, maka corak berpikir kristen awal ini akan memainkan peran dalam bentuknya yang lebih kokoh khususnya dalam memahami peran manusia dalam mempresepsi aam. Di era kristen awal ini, sebagaimana dapat dipahami dalam pembahasan tadi, setidaknya kita menemukan kecenderungan penguatan pada corak pemikiran Scorates dan Plato cenderung meninggalkan pemikiran Aristoteles.
Ia akhirnya berkesimpulan bahwa, apa yang disampaikan Kaisar dan mahrum ada benarnya. Meski catatan Kaisar dan mahrum lupa bahwa di sebagian kecil mereka juga tersedia pemikir dan filsuf yang mengadagiumkan diri akan pentingnya dunia sulfi. Pemikiran mereka dengan jumah yang terbatas itu juga ternyata sangat memengaruhi pemikiran filsuf muslim.

BAB V
CAHAYA BARU DI EDITERANIA

MEDITERANIA
Kali ini Bert berbeda dengan biasnya. Ia merasa bahwa dirinya muslim, tetapi daam banyak hal ssebutannya sebagai muslim, tak mampu ia tunaikan dengan baik. Bert ingin menguak dinamika ilmu di lingkup masayarakat muslim yang dia amati. Bert membaca pikiran masa lalu dalam konteks pengembangan ilmu pengetahuan dan bagaimana dunia islam membangun ilmua pengetahuan. Ia begitu gundah dengan ingin mengetahui, mengapa seluruh dunia termasuk masyarakat dan pemerintah Indonesia begitu kuat memperhatikan dan mendinamisasi perkembangan ISIS di Iran, Irak dan Suriah, serta dampaknya tentu saja terhadap dunia islam, termasuk Indonesia. Mengapa Barat dan sekutu-sekutu dunia Barat termasuk mereka yang ada di Timur Tengah, begitu takutnya terhadap suatu kelompok yang disebut radikal ini.
Bert bertemu dengan Lana, seorang figur intelektual muda yang kesenangannya mempelajari perkembangan filsafat dan ilmu di Sumaria. Lana menjelaskan mediterania adalah suatu wilayah di kawasan Laut Tengah dan beriklim subtropis. Posisinya berada di pegunungan Muda sirkum Pasifik, dihuni masyarakat Afrika Utara dan Timur Tengah. Wilayah ini berbatasan dengan sebuah laut yang oleh para ahli diberi nama Mediterania. Artinya negeri daratan tengah yang berada diantara laut yang posisinya menghubungkan antar benua di dunia. Posisinya terletah di antara Eropa sebelah utara, Afrika di sebelah selatan dan Asia di sebelah timur. Luas wilayah dimaksud mencapai 2,5 juta kilo meter persegi. Lautan ini di masa lalu menjadi jalur lalu lintas tersibuk, karena semua jalur perdagangan melintasi wilayah ini. Inilah yang dianggap mengapa wilayah ini menjadi strategis dan selalu menjadi tempat pertarungan ideologi, yang ujung sebenarnya adalah pertarungan ekonomi.
Jalur ini menurut Lana, telah menghubungkan berbagai jalur perdagangan dan pertukaran budaya Mesir, Yunani kuno, Romawi dan jaziah Arab pada umumnya. Karena itu, wilayah ini selalu dicatat sejarah sebagai daerah yang memiliki peran penting peradaban termasuk dunia Barat. Melalui selat Gibraltar, lautan ini terhubung dengan Samudera Atlantik dan laut Marmara (merah) dan laut hitam. Inilah kelompok masyarakat yang mengembangkan pemikiran Yunani Socratian, Platonik dan Aristoteles scara bersamaan tanpa sekat dan tanpa pertimbangan ideologis sekalipun. Kemudian Lana meneruskan ceritanya, daerah ini membuat terlalu banyak pihak yang ingin mencoba maasuk dan menguasai wilayah ini. Inilah yang menyebabkan mengapa  negara-negara di wilayah ini, dari dulu sampai sekarang, tidak memperoleh kedamaian. Hanya satu wujud manusia yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan masyarakat di sini. Wujud itu bernama Muhammad, selain itu tidak pernah ada.

KARAKTER DASAR MEDITERANIA
Masyarakat mediterania ini, sesungguhnya lebih banyak berdimensi ekonomi dan politik ketimbang dimensi lain seperti isu ideologi Islam versus ideologi lain, apapun itu. Terlalu banyak kepentingan bermain pada panggung sandiwara Mediterania. Bert berpikir bahwa Mediterania mayoritas masyarakatnya muslim dengan sejumlah agama yang komplek tentu saja di dalamnya. Islam dalam keyakinannya, turun dalam perspektif yang ilmiah. Ia turun dengan perintah pertama membaca dan secara substansial menyuruh juga untuk menulis. Melalui lima ayat pertama dalam surah Al-Alaq, islam telah mengasumsikan pentignya melakukan observasi alam yang demikian luas dalam ayat dimaksud dideskripsi dengan membaca dan menulis melalui pena.
Al Maraghi maksudnya adalah pena harus dijadikan sebagai sarana berkomunikasi antar sesama umat manusia. Dalam bahasa modern disebut sebagai istilah menulis. Jadi, kegiatan membaca dan menulis selalu harus berjalan bersama dan itulah tradisi masyarakat muslim. Melalui dunia baca dan tulis itulah, komunikasi ilmiah dapat dilakukan walaupun letaknya saling berjauhan. Melalui media itu, jarak tidak lagi menjadi penghalang untuk terjadinya transformasi ilmu. Pena bahkan digambarkan tak ubahnya seperti lisan yang bicara. Qalam atau pena adalah benda mati yang tidak dapat memberikan pengertian. Oleh karena itu, zat yang dapat menciptakan benda mati bisa menjadi alat komunikasi –Sesungguhnya tidak ada ksulitan bagi-Nya menjadikan dirimu (Muhammad) dapat membaca dan memberi penjelasan serta pengajaran. Apalagi engkau manusia yang sempurna.
Bert ingat bahwa Allah menyatakan bahwa dirinyalah yang menciptakan manusia dari ‘alaq kemudian mengajari manusia dengan perantara qalam. Yang demikian itu, dilakukan agar manusia –Khususnya Muhammad dan umatnya kelak- menyadari bahwa dirinya diciptakan dari sesuatu yang paling hina, sehingga mencapai kesempurnaan kemanusiaan dengan pengetahuannya tentang hakikat segala sesuatu yang terdapat di jagat raya dan pengatur jagat raya.

WATAK ILMIAH MEDITERANIA
Brt berada dalam kebimbanganluar biasa, saat telinganya hrus mendengar istilah kafir zindik yang disematkan kepada rasionalis muslim, Muktazilah. Hal itu sering ia dengar di berbagai mimbar suci yang diperagakan kelompok muslim tertentu yang kadung dianggap suci pula. Budaya mengkafirkan, terlalu mudah didapatkan dan disematkan umat islam kehilangan kendalinya untuk menahan diri, agar perbedaan pandangan tidak membuatnya menjadi saling menyalahkan apalagi saling mengkafirkan dan mereka yang terbiasa menyalahkan ini, justru disayangkan muncul dari mereka yang kadung dianggap ahli agama.
Bert menyimpulkan bahwa sedikit berbeda dengan pengikut ajaran agama kristen, komunitas masyarakat muslim yang dibentuk Nabi terakhir, Muhammad di Mediterania (Timur Tengah), islam tampil menjadi penyelamat filsafat dan ilmu pengetahuan Yunani. Jika orang kristen menganggap filsafat Yunani kuno itu sekuler dan berbau paganistik, maka islam memandangnya dalam paradigma terbalik. Setelah kurang lebih tujuh abad tenggelamnya kapal ilmu pengetahuan Yunani, umat muslim perlahan memungut kembali serpihan-serpihan hikmah Yunani ke dalam basis keilmuan yang lebih praktis dan dinamis.
Ada dua persoalan mengapa dunia islam tampil menjadi penyemangat ilmu pengetahuan, termasuk didalamnya  filsafat Yunani kuno. Pertama, dorongan keagamaan terlihat dari nash-nash al quran. Kitab suci ini, banyak membicarakan pentingnya ilmu pengetahuan bagi hajat hidup manusia. Seprti yang terdapat pada surah Ali “Imran (191-192), ayat ini menurut penulis banyak berbicara mengenai kancah kosmologi, fisika, biologi dan bidang-bidang medikal, surah Al Hujurat yang menkaji tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan surah Al ‘Alaq (1-5), justru membicarakan soal pentingnya mendorong tumbuh dan berkembangnya ilmu pengetahuan.
Maurice Bucaille menyimpulkan bahwa tidak ada satu ayat pun dalam al quran yang menjelaskan fenomena alam, namun bertentangan dengan dunia ilmu pengethaun. Apa yang diketahui secara pasti melalui penemuan-penemuan ilmiah, selalu memiliki nilai relevansinya dengan al quran. Di samping itu terdapat banyak ayat al quran dan keterangan sunnah Nabi Muhammad yang menyuruh umatnya untuk mencari dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Diketahui, jika masyarakat muslim mengembangkan prinsip islamiah dengan Tuhan yang tunggal, sedangkan masyarakat Cina dipandang belum memiliki agama dan perseptif Tuhan yang tunggal. Terhadap negei ini, Nabi menyatakan pentingnya belajar terhadap mereka.
Kedua, harus diakui bahwa kira-kira setelah seratus tahun wafatnya Nabi Muhammad, orang islam telah berhasil melaksanakan tugas mereka untuk menguasai sesuatu, khususnya wilayah kekuasaan islamiah, baik secara politik (menguasai wilayah) maupun keagamaan. Terkuasainya dua wilayah ini menyebabkan terjadinya persentuhan dua peradaban Timur Tengah, dengan sikap kreatif dan dinamis.dengan terjadinya persentuhan modus seperti ini, islam telah berkuasa dari sisi ilmu pengetahuan sejak abad ke tujuh sampai dengan abad ke tiga belas masehi. Dari segi politik, bahkan baru berakhir pada abad kedua puluh.

PEMIKIR BRILIAN MUSLIM MEDITERANIA
Ketika itu Bert bertanya kebingungannya mengenai umat islam Indonesia selalu memuja keberhasilan dunia islam di Mediterania, tetapi selalu menghujat kaum Muktazilah yang justru menjadi salah satu peletak keberhasilan dunia islam itu sendiri. Para dai, penceramah dan para kiyai masih saja menyampaikan bahaya yang mungkin lahr karena kemungkinan berkembangnya paham Muktazilah di muslim Nusantara. Bert kemudian mengomprasikan pemikiran ini dengan dinamika Yunani kuno. Ia mengatakan bahwa agak berbeda denganmasyarakat Yunani kuno yang diklaim banyak pihak terlalu berbasis sekularistik, khususnya dalam filsafat Aristoteles, ilmu dalam dunia islam, disemangati nilai-nilai agama. Epistemologi keilmuan dan filsafat islam, dibingkai dengan nilai-nilai luhur ketuhanan, komunitas muslim ini akhirnya mampu memadukan dua kepentingan, yakni yang empiris-rasional dengan intuisi plus wahyu. Inilah sumbangan terbesar  yang dimiliki kaum ini terhadap perkembangan ilmu di era moden.
Bert seperti kerasukan ruh al quds karena ia terus berkata bahwa hadirnya sejumlah filsuf yang telah diterangkannya tadi, telah mengakibatkan lahirnya sejumlah pikiran yang sangat luar biasa, bukan saja untuk dunia islam, tetapi juga untuk dunia pada umumnya. Pemikiran mereka bukan hanya maju untuk zamannya, tetapi bahkan dikenang dan dipelajari sampai sekarang. Sejumlah filsuf itu, diakui telah menjadi pewaris ideal bagi perkembangan filsafat Yunani dan pengembang ilmu pengetahuan sampai sekarang ini. Gambaran diatas, menurut Bert, telah menunjukkan bahwa nasib ilmu pengetahuan dan filsafat Yunani tidak seburuk seperti dialami pada masa kristen awal.
Bert berkata “Saya berharap bahwa kita tumbuh menjadi pembunuh ilmuan. Kita juga harus berdiri sebagai penyelamat ilmu pengetahuan dan memberi penghormatan  yang tulus kepada mereka yang berjasa dalam mengembangkan ilmu. Termasuk jika mereka yang mengembangkan ilmu itu, tidak memiliki nilai pertaliannya dengan ideologi yang kita naut atau bahkan dengan mereka yang memiliki akar keagamaan yang berbeda dengan kita sekalipun.”

PRODUK METODOLOGI MUSLIM MEDITERANIA
Jika benar intelektual muslim awal mampu menjadi pelopor lahirnya ilmu praktis, metode apa yang digunakan masyarakat muslim dalam mengelaborasi ilmu? Pertanyaan ini, lama dan cukup panjang mnyita pemikiran Bert. Sampailah pada suatu waktu, bert bersama nanan, dudung Abdusalam dan Kikim tarkim, menyimpulkan nalar ilmiah berdasarkan dimensi historis intelektual masyarakat muslim. Secara simplitis, forum ini telah menumpukkan kajiannya dalam apa yang oleh Amin Abdullah (2004) disebut dengan epistemologi keilmuan yang kompromistik pada cara pengambilan pengetahuan yang murni berbasis empiris dan rasional dengan intuisi atau wahyu. Bert membagi tiga metodologi ini kedalam tiga grup yang rutin mereka laksanakan. Tarkim diberi tugas untuk mengkaji metode bayani, Nanan dan Dudung diminta untuk mengkaji metode irfani.
Bert kemudian mengatakan, jika Yunani kuno menggunakan sumber ilmu hanya terbatas pada kemampuan indriawi dan nalar manusia, sebagaimana dapat dipahami dari pikiran Scorates-Plato versus Aristoteles dan Aristiphos, maka para fiqih muslim mendapatkan sumber pengetahuan yang dianggapnya original, yakni al quran dan hadis Nabi. Meski dalam memahami kedua sumber yang dimaksud, para fiqih muslim tetap saja menggunakan nalar rasio dan empirisme.
Secara metodis, dalam tradisi islam dikenal misalnya konsensus (ijma) dan analogi (qiyas). Ijma dan qiyas dalam literatur filsafat pengetahuan dikenal dengan nama konsesnsus dan analogi yang berarti memiliki nalar matematik dan statistik diperlukan dan bahkan digunakan dalam memahami teks suci tersebut.
Tuhan ada bersama dengan pnciptaan-Nya. Wujud pertama yang keluar ketika Tuhan berpikir adalah akal pertama yang mengandung dua segi, yakni : pertama, hakikat dirinya sendiri (tabi’at wahiyya), yaitu wujud yang mungkin. Kedua, adalah segi lain yang berwujud secara nyata katena adanya Tuhan. Akal pertama ini, kemudian berpikir tentang dirinya dan Tuhannya, maka lahirlah akal kedua dan bintang pertama. Akal ketiga dan seterusnya kemudian terus berpikir tentang dirinya dan penciptaannya, maka lahirlah bintang kedua dan seterusnya sampai dengan bintang ke sembilan. Dari akal ke sepuluh keluarlah manusia bersama jiwanya. Inilah puncak penciptaan tuhan.

PUDARNYA TRADISI ILMIAH MUSLIM MEDITERANIA
Jika intelektual muslim demikian besar memberi pengaruh atas perkembangan dunia ilmu dan peradaban dunia, lalu mengapa hari ini islam justru berada dalam barisan terbelakang dibandingkan misalnya dengan delapan agama lain di dunia. Bert menyimpulkan bahwa setelah umat islam berhasil menjalankan peranan yang cukup penting dalam filsafat dan ilmu pengetahuan, akhirnya ia pun meninggalkan tradisi leluhurnya yang agung. Tradisi ini salah satunya adalah kesanggupannya dalam mengakses dan mengadaptasi filsafat dan tentu ilmu pengetahuan di dalamnya.
Sebagian intelektual muslim menyebutkan bahwa penurunannya minat mayarakat muslim terhadap filsafat dan ilmu pengetahuan muncul terutama setelah surah Al Ghazali (1111 M) merumuskan teologi filsafatnya Abu Hasan Al Asy’ari yangterang-terangan menolak filsafat yang dihasilkan filsuf muslim melalui karyanya yang berjudul Tahafut al-falasifah. Seiring dengan penurunannya minat masyarakat terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan bahkan melakukan penolakan terhadap filsafat, dunia Barat mengambil manfaat dari kekalahannya pada perang salib untuk mengambil ilmu dan peradaban yang dibangun masyarakat muslim.
Jika mau jujur, peradaban dan perkembangan ilmu pengetahuan yang  berkembang di Barat saat ini, adalah suatu proses penting yang telah dilintasi dunia islam. Dunia islam bahkan menjadi transmisi yang cukup signifikan dan cukup efektif bagi pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi Barat modern (A. Khudori Sholeh : 2004)

BAB VI
BARAT MODERN DAN TRADISI TEKNIKISME

MASUKNYA TRADISI ILMU KE DUNIA BARAT
Saat makan malam berlangsung setelah sholat isya, Kaisar memulai percakapan dengan mengatakan mengapa dunia islam terbelakang sedangkan Barat maju? Barat maju karena filsafat Averros (Ibnu Rusyd) yang cenderung  Aristotalian masuk ke Eropa melalui Cordova, Spanyol. Di zaman dulu, Spanyol adalah negeri jajahan umat islam. Bert kemudian bertanya, mengapa aliran dalam filsafat sama dengan aliran dalam teologi. Mereka selalu saling menyalahkan keyakinan yang lain. Kaisar dan Mahrum tertawa simpul.
Masuknya filsafat Ibnu Rusyd yang Aristotalian ke dunia Barat, telah menginspirasi lahirnya Renaissance (abad ke-16), gerakan Aufklarung dan revolusi industri (abad ke-18). Melalui dua gerakan ini, filsafat masuk ke masa revolusioner dengan tahapan baru yang sangat meodern meski terkesan vulgar-positivistik dan cenderung ateistik. Bert bertanya apa itu vulgar-positivistik, dan kaisar menjawab kecenderungan orang yang selalu ingin empiris, rasional dan harus selalu terukur atau dalam bahasa Kaisar disebut positivistik, akan mendorong setiap manusia untuk lupa akan eksistensi yang beyond (di luar diri kita yang empiris), yakni Tuhan dan eksistensinya tidak empiris, tidak rasional dan tidak terukur. Mereka yang lupa akan eksistensi Tuhan, itulah yang Kaisar maksud dengan ateistik.
Intinya sebagaimana yang setidaknya tampak jelas, bahwa prestasi yang diraih di masa pertengahan adalah terobosan berupa semangat bereksperimen dan ini semua terjadi untuk pertama kali disebabkan oleh runtuhnya kejayaan orang-orang islam pada abad kedua belas.

ILMU DAN PARADIGMA BARAT
Suatu siang setelah empat minggu sehabis diskusi akala itu, datanglah serombongan orang Australia dan Inggris ke pedalaman kampung dimana Kaisar dan Bert tinggal. Mobil-mobil mewah masuk ke sebuah kampung yang demikian rumit dalam alur perjalanan yang berliku dan curam.mereka membawa alat-alat berat yang demikian banyak serta makanan aneh menurut masyarakat desa. Diantara sekian banyak warga asing yang datang ke tempat itu, ada beberapa diantaranya merupakan orang Indonesia, meski sama memakai salib, tetapi cenderung agak arogan. Buktinya baru kurang lebih dua bulan tinggal di kampung itu, ia mulai menggoda umat muslim untuk meninggalkan tradisi dan bahkan ajaran agama islam yang mereka anut. Mereka mengatakan azan di masjid dapat mengganggu kenyamanan istirahat dan membuat sebagian waktu kerja malah digunakan pada sesuatu yang tidak produktif.
Hal tersebut sampai kepada telingan Mahrum dan ia menyampaikannya kepada Kaisar. Kaisar berkata “Biarkan saja. Orang kristen itu belum tahu bagaimana kontribusi umat islam terhadap mereka. Tanpa pernah ada dunia islam, tidak mungkin Barat dan Eropa pada umumnya dapat mengenal peradaban.”
Kaisar mengatakan tanda-tanda kebangkitan Eropa dan Barat ini,  terlihat dari dari munculnya Nicholas Corpenicus (1473-1543 M), yang melahirkan ilmu astronomi dengan menyelidiki putaran benda-benda angkasa yang sebelumnya telah dikerjakan secara ilmiah oleh masyarakat muslim. Darimana kita harus mengatakan bahwa pemikiran merekadipengaruhi dunia islam dan siapa yang memberi pengaruh atasnya, Kaisar mengatakan ada dua faktor yang menyebabkan mengapa Barat dan Eropa pada akhirnya mengenal peradaban.
Pertaman, masuknya filsafat Ibnu Rusyd yang Aristotalian dengan sendirinya membawa srta pemikiran filsuf lain di generasi sebelum Ibnu Rusyd. Filsafat ini berkembang di Cordova, Spanyol saat umat islam masih menguasai negeri ini sebagaimana telah dijelaskan oleh Kaisar empat minggu yang lalu. Kedua, ketika terjadi perang salib, selama kurang lebih tiga abad di Timur Tengah, umat islam tidak kalah dengan masyarakat kristen. Dari tiga belas kali perang, umat islam hanya kalah tiga kali, itupun tidak fatal. Meski demikian, dari perang tersebut mereka yang non muslim belajar secara langsung peradaban masyarakat muslim. Saat sebelum perang salib berlangsunng, di Barat dan Eropa, peradaban mereka demikian tertinggal. Jangankan tentang jalan yang lurus dan beraspal, sekedar cuci habis berak pun mereka belum terbiasa memakai WC. Dari sinilah mereka belajar. Mereka mencintai ilmu dan kemudian mengembangkannya di negeri mereka.
Dengan latar belakang situasi dan kondisi pemikiran filosofi semacam itu, maka wajar jika dalam tahap perkembangan berikut, sain dan teknologi manusia awal abad modern, termasuk ilmu sosialnya, menggunakan model dan ide-ide ala ilmua alam. Ilmu alam dianggap sebagai sesuatu yang akurat dan dapat dibuktikan secara empiris yang nilai benarnya harus dibuktikan secara faktualdan sensual.

CAPAIAN BARAT DALAM DUNIA ILMU
Bert membaca dengan tulus pikiran Einstein melalui teori quantumnya. Bert yakin jika teori Newton membuat Barat memiliki ilmu praktis dan Einstein berhasil melakukan lompatan atas dinamika dan perkembangan ilmu ke ranah yang lebih ramifikatif. Hal ini, salah satunya terlihat dari keberhasilan Einstein yang mengubah persepsi dunia, ilmu dan sifat-sifat dasar dan perilaku materi sedemikian rupa sehingga para pakar dapat melanjutkan penelitiannya ke ranah yang lebih praktis di satu sisi, tetapi lebih banyak pencabangan di sisi lainnya.
Melalui karya Einstein ini, manusia modern dapat mengembangkan ilmu dasar, seperti astronmi, fisika, kimia, biologi dan molekultur yang pada tahap tertentu telah dibangun di Yunani dan Dunia islam, menjadi ilmu pengetahuan yang demikian luas dan mendalam. Akibatnya, capaian ilmu dan teknologi yang demikian, tidak hanya mengglobalkan dunia, tetapi juga telah melahirkan revolusi besar dalam berbagai tatanan sistem kehidupan manusia dengan basis ilmu pengetahuan.

BAB VII
SEJARAH YANG HILANG

TIDAK PERLU DISEMBUNYIKAN
Bert bingung mengapa ada dunia yang hilang atau dihilangkan. Padahal fase itu sangat strategis dan menjadi penentu bagi kemajuan ilmu dunia. Bagaimana komunitas masyarakat Mediterania yang muslim, kini seolah pupus ditelan kejamnya gerakan islam radikal, fasisme dan pertengkaran-pertengkaran mazhab tentu saja di dalamnya. Dalam konteks sejarah perkembangan filsafat, ilmu dan teknologi juga sama. Sejak zaman Yunani kuno sampai pada abd modern sekarang, selalu menjadi tema besar Bert dalam berbagai even ilmiah yang dia ikuti.
Dunia islam misalnya, meski hari ini jauh tertinggal dibandingkan dengan dunia Barat yang kristen, bahkan jauh lebih tertinggal dibandingkan dengan penganut agama lain yang ada di muka bumi ini, baik pada aspek politik, ekonomi, kebudayaan dan peradaban, sebenarnya memiliki pengaruh dan pengalaman yang kuat dalam melahirkan kembali ilmu pengetahuan dunia pasca kevakuman dunia yang ”dimatikan” sebagai kaum gerejawan dan kaum mitologi Yunani sendiri.
Ia kemudian memberikan pernyataan bahwa ketika filsuf Yunani seperti Scorates, Plato dan Aristoteles mengembangkan prinsip empirik-rasional, corak ini sebenarnya menjadi antitesis dari corak Yunani awal yang mistis. Artinya semangat empirik rasional sensual yang lahir di Yunani sebenarnya merupakan respon dari corak sebelumnya yang tidak enghargai aspek ini, bahkan cenderung mistik.
Ilmuwan muslim ternyata berbeda dengan epistemologi sebelumnya, baik pada kristen awal maupun pada Yunani kuno. Islam mencoba membuat rumusan paradigma sintetik antara basis keilmuan yang murni empirik-rasional sensual ke basis keilmuan yang lebih membumi, yakni antara keharusan mempertahankan dan epistemologi tadi dengan basis intuisi wahyu. Dengan kata lain, corak keilmuan Yunani yang sekuler, ditransendentalisasi ke dalam nilai-nilai kudus yang bersumber dari Yang Maha Kudus. Corak ini dianggap lebih manusiawi karena dianggap lebih berdimensi ketuhanan. Tanpa disadari, corak ini tampaknya akan menjadi populer bagi masyarakat modern yang sudah mulai jenuh dengan sifat dan karakter keilmuan yang sekuler seperti dialami masyarakat Yunani.

Fakta menunjukkan bahwa umat islam mengambil sikap kompromistik dalam bingkai sain dan kemudian Barat mengambilnya dengan sikap keilmuan, seperti Yunani kuno. Dunia Barat mencerabut akar keilmuan yang kudus, ke arah ilmu benar-benar sekuler. Akibatnya, gugatan terhadap capaian pengetahuan dunia Barat, terasa sangat kencang. Barat dianggap gagal memartabatkan manusia dan ia terkesan terlalu bersemangat menjadi pemimpin bumi dan terlalu berambisi melakukan generalisasi.

Komentar