Tukang Ketoprak yang Terampil


Makanan khas Indonesi ada banyak ragamnya, diantaranya adalah soto ayam, kerak telor, laksa, gado-gado, ketoprak dan lain sebagainya. Dari makanan-makanan tersebut, dihasilkan sebuah cita rasa yang berbeda, yang tidak ditemukan di negara lain. Karena makanan khas Indonesia dibuat dengan bumbu atau rempah-rempah yang ditanam oleh petani dengan rasa citanya, sehingga ketika diolah menjadi makanan, akan menghasilkan cita rasa yang nikmat dan disuguhkan untuk orang-orang yang mencintai makanan khas daerahnya.

Dengan menjadi salah satu pemasak makanan yang telah disebutkan diatas, maka tidak semua makanan tersebut dapat dengan mudah disiapkan atau disajikan. Karena untuk membuat makanan bercita rasa tinggi dibutuhkan keterampilan dan juga perasaan yang kuat agar makanan yang disajikan baik bagi konsumen. untuk itu, dibutuhkan pembelajaran yang terus-menerus dalam membuat makanan bercita rasa tinggi dan jangan pernah remehkan orang yang yang membuatnya walaupun ia berjualan di pinggir jalan ataupun ia adalah seorang pedagang kaki lima.

Sebagai contoh, seorang pedagang ketoprak yang terbiasa mangkal di sekitaran jalan-jalan raya. Ia tidak hanya membuat makanan, tetapi ia juga mengeluarkan keterampilannya dalam membuat ketoprak tersebut. Dapat diamati ketika kalian membeli sebungkus ketoprak di pinggir jalan. Mulai dari sang penjual yang membawa banyak alat dan bahan dalam pembuatan ketoprak, juga keterampilannya dalam mengulek ataupun menggoreng serta meracik dalam waktu bersamaan tanpa terjadinya kecelakaan (seperti hal yang sedang digoreng gosong) atau hal lainnya. Hal tersebut tentu sulit dilakukan oleh orang awam, karena untuk menjadi penjual ketoprak tersebut dibutuhkan keterampilan dan pembelajaran yang lama agar handal dalam menjual ketoprak.

Jadi, jangan meremehkan pedagang ketoprak, karena ia hanya seorang penjual keto[rak biasa, namun lihat dari kelebihan atau kelihaian yang dibautnya dalam pembuatan ketoprak tersebut. Karena dalam melakukan suatu pekerjaan ada keterampilan didalamnya.

Komentar