Terbuka dengan Sesama


Anak-anak sekarang ini tentunya memiliki banyak  teman bermain. Bahkan hampir semua anak lebih banyak menghabiskan waktunya dengan teman bermainnnya dibandingkan dengan keluarganya. Oleh karena itu sikap terbuka anak kepada orang tuanya terkadang sulit untuk dibicarakan dibandingkan dengan teman-teannya. Mengapa anak tertutup dengan keluarganya sedangkan terbuka dengan teman-temannya? Hal itu bukankah seharusnya terbalik? Anak yang seharusnya terbuka dengan keluarganya dan juga terbuka juga dengan teman-temannya. Hal ini nampaknya ada yang salah dari sikap orang tua dalam mendidik ankanya. Lalu bagaimana mendidik anak agar ia terbuka dengan slalu bercerita kepada orang tua mengenai segala sesuatu yang terjadi pada dirinya. Apa yang membuatnya senang dan apakah hari ini ada membuatnya kesal ataupun kecewa serta hal-hal lainnya.

Jangan terlalu sibuk sebagai orang tua, karena ada anak yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang kalian. Jika kalian sibuk bekerja untuk kebutuhan anak, namun anak sendiri terlantar dan tidak bahagia dengan apa yang diberikan oleh orang tua? Orang tua akan menyesal dikemudian hari karena ia telah bersusah payah demi memenuhi kebutuhan anak, sedangkan anak tidak terpenuhi kebutuhan kasih sayangnya yang seharusnya diberikan orang tua kepada anak. Sehingga anak tumbuh dalam kesendiriannya, merasa tidak disayangi dan diperhatikan akan membuat anak mncari jalan lain yang nantinya akan membuatnya senang. Hal  tersebut bisa berdampak baik dan buruk sekalipun.

Dampak baiknya adalah, beruntung jika anak menemukan kelompok bermain yang dapat menyayangi anak sebagai pengganti kasih sayang dari orang tuanya. Namun dampak buruknya adalah jika anak menemukan teman yang salah pergaulannya, sehingga anak menjadi sering pergi ke klub malam, minum minuman keras, sex bebas, memakai obat-obatan terlarang dan lain-lain. Anak juga akan menjadi pembangkang karena merasa untuk apa orang tuanya mengatur-atur hidupnya sementara mereka saja tidak memperdulikannya selama ini. Untuk itu, jangan sampai anak berpikiran seperti itu kepada orang tuanya dengan meluangkan waktu dengan anak minimal sehari sekali walaupun itu hanya sebentar. Tanya kabar anak tentang apa saja yang dilakukannya hari ini. Beri pengertian juga terhadap anak jika orang tua sibuk dan tidak sempat bermain dengan anak. Atau dapat juga bermain minimal sebulan sekali dengan berlibur bersama anak agar anak senang. Dengan begitu anak tidak akan merasa terlupakan oleh orang tuanya dan tetap menurut.

Komentar