Teman yang Membawa Kita Maju


Jika dilihat, maraknya perbuatan kekerasan fisik yang dilakukan anak terhadap teman sebayanya merupakan hal yang sudah biasa. Segerombolan geng yang menyiksa temannya sendiri kemudian di unggahnya di media sosial, kelakukan segerombol anak yang membully temannya dan lain-lain yang dapat dikatakan sebagai kekerasan fisik maupun kekerasan dalam batin anak, sekarang ini merupakan hal biasa. Yang lebih parahnya lagi, mereka tanpa malu mengunggahnya di internet sehingga akan banyak di tonton orang. Iya. Jika yang melihatnya hanya teman-teman satu sekolahnya saja, namun jika yang melihat orang-orang dari negara yang berbeda? Apakah tidak malu bangsa Indonesia ini dibuatnya.

Kelakuan remaja sekarang ini sungguh memprihatinkan bagi siapapun yang melihatnya. Kurangnya pengawasan orangtua dalam mengawasi kelakuan anaknya di rumah, guru di sekolah maupun masyarakat sekitar lingkuangannya menjadi faktor mengapa anak tersebut dapat berbuat hal yang sangat merugikan tersebut. Karena apa? Jika sekitarnya peduli terhadap diri si anak tersebut, maka tidak akan terjadi hal seperti itu, atau memang ada hal dalam dirinya yang mampu membuatnya menjadi anak yeng seperti itu, seperti contoh ia memiliki gangguan emosional dan tingkah laku atau menjadi anak yang agresif yang seharusnya mendapatkan penanganan khusus.

Sebelum menjadi anak yang disebutkan diatas, perlulah bagi orang tua untuk tahu bagaimana pergaulan anaknya di sekolah maupun di lingkungan masyarakatnya, untuk tetap mengawasinnya karena orang tua yang sibuk bekerja. Orang tua perlu mengawasi anak bermain dengan jenis teman seperti apa,  apakah temannya tersebut akan membawa kemajuan atau justru sebaliknya, yaitu kemunduran. Tetap kontrol anak untuk bermain dengan orang yang tepat. Jika mengetahui anak bermain dengan anak yang nakal, tetap awasi dan nasihati anak agar menjauh atau setidaknya jangan sampai terbawa dengan pergaulannya yang nakal. Jika anak sudah diberikan bimbingan maupun nasihat dari orang tua, maka ia akan memilih teman yang baik dalam pergaulannya. Ia akan memilih teman yang akan bersama-sama membuatnya maju, karena anak sadar bahwa apa yang dikatakan orang tuanya benar dan anak juga sudah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang salah.

Komentar