Tahu Diri
Dalam menjalani proses kegiatan belajar mengajar, tentu
satu dari sekian banyaknya orang berbeda-beda. Tidak memiliki sifat, watak,
fisik, kemampuan, kesukaan dan lain sebagainya yang sama. Dari beberapa
perbedaan tersebut, yang menjadi masalah dan pertanyaan yang utama adalah,
mengapa mereka tahu sedangkan saya tidak? Maksudnya adalah, kita sama-sama berada
di tahun ajaran ajaran yang sama, di sekolah yang sama dan berada dikelas yang
sama, tetapi dalam hal apapun selalu bertanya kembali. Sebenarnya apa yang saya
lakukan selama dikelas. Itu terkadang menjadi pertanyaan yang mengganjal,
kenapa mereka bisa dan saya tidak bisa?
Satu lagi seperti pada post sebelumnya, bahwa yang harus
disadari adalah sadar diri. Maksudnya adalah kita harus menyadari kemampuan
diri kita sendiri, sampai manakah batas kemampuan kita? Karena mengapa? Kita
harus sadar diri jika tidak ingin terus merepotkan orang lain. Seperti contoh,
jika diberi tugas sekolah, kita tahu kemampuan diri kita sampai batas apa,
namun kita tidak mengembangkannya dan malah sibuk dengan dunia yang lain,
seperti lebih mementingkan gaya, wajah atau apapun yang tidak ada kaitannya
dengan dunia sekolah. Terlebih jika ia memang dasarnya kurang memahami sesuatu
secara cepat atau secara langsung, ditambah ia bermalas-malasan dikelas. Lalu
ketika diberi tugas oleh guru, ia kurang memahaminya sehingga ia bertanya terus
menerus kepada teman yang bisa. Bukankan itu akan sangat merepotkan temannya.
Jika terdapat orang atau teman sendiri seperti itu,
sebagai teman yang baik, tentu kita harus menasehatinya agar tidak terulang hal
demikian. Karena jika ia terus-menerus dibiarkan seperti itu, itu akan berdampak
kurang baik untuk kedepannya. Ia bisa saja menjadi orang yang kurang memiliki skill atau kurang memiliki kemampuan
dikarenakan kesehariannya yang kurang peka terhadap pembelajaran dikelas.
Seharusnya sebagai orang yang kurang menguasai beberapa hal yang menyangkut
akademik, seharusnya ia lebih memusatkan perhatiannya dengan apa yang terjadi
dihadapannya dan bukannya malah asik dengan dunia yang tidak ada sangkut
pautnya dengan dunia pendidikan yang sedang dienyamnya saat ini. Jika ia
menyadari akan kurangnya kemampuan diri dan mau merubahnya (mau belajar
berubah), insyaallah Allah akan memberikan jalan umatnya yang mau berusaha dan
berdoa. Tinggalkan teman yang tidak dapat membawanya untuk maju, dan dekati
teman yang sekiranya dapat merubahnya menjadi lebih baik.
Jika ia melakukan hal tersebut, selagi ia mencoba belajar
merubah dirinya dari yang malas-malasan menjadi rajin, ia juga secara tidak
langsung telah belajar dari pengalaman. Orang yang mau merubah dirinya dari
tempat keburukan menuju tempat kebaikan disebut juga berhijrah. Berhijrahlah
sedikit demi sedikit dan permanen. Memiliki teman yang baik yang mampu
mengingatkan temannya sendiri agar menjadi lebih baik dari yang baik merupakan
sesuatu yang indah yang patut disyukuri dalam jenjang pendidikan sekolah. Maka
dari itu, pilihlah teman yang baik, yang mampu membimbingmu jika engkau tersesat.
Salam Sahabat!
Komentar
Posting Komentar