Permasalahan Pendidikan di Indonesia
Dari
zaman dahulu sampai zaman sekarang pendidikan di Indonesia itu-itu saja. Tidak
ada perubahan yang bermakna, dalam artian perubahan tersebut tidak dapat
membuat anak didiknya menjadi lebih baik jika dibandingkan konsep pendidikan di
luar negeri. Sebagai contoh pendidikan yang dilakukan di negara Malaysia,
disana berbagai macam alat pendidikan seperti sarana dan prasarana sudah
memadai baik di kota maupun di daerah-daerahnya. Disana, guru yang digaji besar
adalah guru yang mengajar di daerah terpencil, sehingga banyak guru
berlomba-lomba untuk mengajar di daerah terpencil. Berbanding berbalik dengan
keadaan pendidikan di Indonesia yang banyak guru berlomba-lomba untuk mengajar
di kota-kota besar. Padahal yang harus diperhatikan adalah anak-anak di daerah
terpencil. Karena apa, anak-anak yang hidup di daerah terpencil nyatanya lebih
membutuhkan bantuan dari pemerintah, terlebih bantuan berupa guru yang
profesional, yang mau mengabdikan dirinya untuk mengajar mereka.
Hal
tersebut seharusnya juga ditetapkan oleh pemerintah Indonesia agar tidak
terjadi ketimpangan antara anak-anak di kota-kota besar dengan anak-anak di
daerah-daerah terpencil. Karena apa? Sebenarnya mereka sangatlah membutuhkan
uluran tangan kita, dan kita sebagai pendidik, apakah rela melihat ketidak
adilan seperti ini. Bukankan sebagai pendidik, kalian sudah disumpah untuk rela
mengajar dimanapun kalian ditempatkan? Dengan begitu, mengapa dari hati kalian
masih ada niatan untuk mau mengajar hanya di kota-kota besar dan tidak rela
jika ditempatkan untuk mengajar di daerah terpencil?
Ingatlah
wahai para guru, perjuangan guru sangatlah berat, karena ujian yang diberikan
Tuhan kepada guru tidak ada henti-hentinya, mulai dari harus jauh dari
keluarga, waktu yang tersita untuk mengurusi anak orang lain sementara anak
sendiri kurang perhatian, anak didik yang sulit diatur, masalah dengan tugasnya
yang lain seperti harus merencanakan metode pembelajaran dan lain-lain juga
harus mengurusi kehidupan rumah tangganya. Ingat sekali lagi wahai para guru,
menjadi guru merupakan pilihan kalian, untuk itu jalani kewajiban muliamu demi
mendapatkan ridha di sisiNya.
Walaupun
guru-guru dihadapkan dengan berbagai permasalahan yang diberikan kepadanya
seperti keadaan sekolah yang mengenaskan, kurangnya sarana dan prasarana yang
memadai, sulitnya jalur tempuh menuju ke sekolah dan lain sebagainya tidak
membuat guru goyah dalam melaksanakan kewajibannya sebagi pendidik. Untuk itu,
guru yang profesional merupakan cerminan guru yang berhasil karena tidak
melihat dari berbagai sisi buruknya ia mengajar, namun ia akan selalu ingat
tujuannya menjadi guru adalah untuk mencerdaskan kehidupan anak-anak Indonesia
demi masa depan Indonesia yang cerah. Bangkitlah para pendidik Indonesia, kalian
tidak kenal lelah demi masa depan para penerus bangsa!
Komentar
Posting Komentar