Pengaruh Tempat Les
Zaman
sekarang, peran orang tua dalam mendidik anaknya sudah mulai berkurang. Dapat
dilihat dari banyaknya anak yang dikursuskan pada lembaga-lembaga tertentu
karena kesibukan dari orang tuanya, bukan hanya anak dikursuskan, tetapi bahkan
banyak anak yang dititipkan oleh pembantu atau pengasuh bayi. Padahal anak
masih sangat membutuhkan perhatian dari orang tua agar apapun yang dilakukan
atau dikerjakannya tetap dapat dipantau. Jika anak nantinya lebih sayang kepada
pembantu dan bukannya kepada kita sebagai orang tua, bagaimana? Jika anak sudah
dikursuskan, tetapi masih saja bodoh, bagaimana? Orang tua akan selalu
menyalahkan anaknya mengapa ia tidak belajar dengan rajin sehingga nilai
ujiannya selalu kecil. Pernahkah orang tua berpikir bahwa kesalahan itu semua
ada pada diri mereka? Mereka yang terlalu sibuk sehingga menyerahkan
pekerjaannya yang seharusnya medidik anak dirumah kepada orang lain, sehingga
ketika anak tidak seuai dengan apa yang diharapkan oleh keinginan orang tua,
anak yang disalahkan.
Cermin.
Berikanlah cermin kepada orang tua yang seperti dijelaskan diatas. Berikanlah
cermin besar sampai ia menyadari betul apa kesalahannya. Karena anak usia SD masih
butuh bimbingan dari orang tuanya dalam menjalani kehidupan di dalam lingkungan
keluarga, sekolah maupun masyarakatnya. Untuk itu, sebagai orang tua, janganlah
terlalu fokus kepada pekerjaan kalian, kalian dititipkan anak untuk dijaga dan
dibimbing sebagaimana mestinya peran orang tua. Jika tidak bertanggung jawab
dalam membesarkan anak sebaiknya tidak usah memiliki anak.
Mungkin
pernyataan diatas terlalu keras, karena tidak seharusnya seseorang menyatakan
untuk tidak memiliki anak. Yang dimaksud adalah, sebaiknya tunda terlebih
dahulu memiliki anak jika orang tua belum mendapat amanah untuk menjaganya.
Karena anak yang dititipkan oleh Allah akan dimintai pertanggung jawabannya
nanti ketika di akhirat. Hal ini hanya membantu mengingatkan kembali bagi para
orang tua agar tidak salah dalam mendidik anak. Karena bagaimanapun, orang tua
adalah faktor yang paling pertama dan utama dalam proses terbentuknya pribadi
dari si anak nantinya. Untuk itu, sebagai orang tua tentu harus mendampingi
tumbuh kembang si anak.
Kembali
kepada pembahasan awal, sebenarnya tempat les cukup berperan dalam membantu
orang tua yang terkadang tidak dapat mengontrol anaknya dalam hal pelajaran.
Ingat, tempat les hanya membantu orang tua yang kekurangan waktunya untuk
mengontrol kegiatan pendidikan anak di rumah, bukan sebagai sarana untuk
dilimpahkan tugas dan tanggung jawabnya untuk mengajar anak. Tempat les
merupakan lembaga pendidikan non formal yang didirikan untuk meringankan tugas
orang tua dalam hal mendidik anak, karena sudah kodratnya orang tua yang
berkewajiban mendidik anaknya. Untuk itu tempat les atau tempat kursus hadir
ditengah-tengah masyarakat untuk membantu memberikan pelajaran atau
keterampilan tambahan pada diri anak agar anak memiliki skill dibanding dengan teman-temannya yang tidak mengikuti les.
Apa
perbedaannya anak yang mengikuti les dengan yang tidak mengikuti les? Hal ini
kembali kepada diri anak yang benar-benar atau tidak dalam mengikuti les nya.
Namun, berdasarkan survei, anak yang mengikuti les lebih cepat dalam
mengerjakan soal-soal di sekolah daripada yang tidak mengikuti les. Hal
tersebut hanya berdasarkan perbandingan antara anak yang mengikuti les dan
tidak dalam artian mereka sama-sama kurang dibimbingnya oleh orang tua. Namun
berbeda kembali jika anak tersebut dibimbing dan dididik oleh orang tua yang
pengertian, yang ingin turut serta dalam proses perkembangan anak. Untuk itu
anak tetap diajarkan oleh orang tua yang care
sebagai pengganti tempat les. Selain efisien, orang tua yang mendidik anaknya
sendiri dirumah juga bahkan setara dengan anak yang les atau kursus di lembaga
tertentu.
Daripada
mengkursuskan anak, lebih baik mengajarkan anak sendiri. Hal itu terbukti lebih
baik dan membuat anak senang belajar nantinya. Karena, jika di tempat les, kemungkinan anak malu bertanya
sangat besar presentasinya, namun jika ia belajar dengan orang tuanya, ia akan
mudah dalam belajar, bertanya dan memahaminya. Untuk itu, jadilah orang tua
yang pengertian, yang mau ikut serta dalam proses pendidikan anaknya.
Komentar
Posting Komentar