Pendidikan Gotong Royong


Dalam masyarakat perkotaan, sudah jarang sekali menemukan warganya yang saling bekerja sama, sangat jarang menemukan warganya yang saling bergotong royong membantu tetangganya dalam membangun rumah, mushola dan lain sebagainya. Untuk itu, perlu adanya di sekolah-sekolah, penanaman karakter gototng royong agar tidak hilang sejalan dengan tuntutan zaman. Gotong royong merupakan budaya leluhur kita yang menjadi ciri khas warga negara Indonesia dan keutuhannya harus tetap dipertahankan agar tetap lestari. Namun bagaimana jika budaya Indonesia tersebut sudah mulai luntur?

Perlu diadakannya kembali budaya gotong royong kepada anak SD yang salah satunya adalah, untuk melestarikan budaya Indonesia agar tidak luntur sejalan dengan perkembangan budaya. Sebagai masyarakat Indonesia, kita tentunya turut berpartisipasi dalam menjalankan apa yang sudah diwariskan oleh para leluhur kita. Jika kita para orang dewasa atau para orang tua sudah melupakan kebudayaan sendiri, tentu generasi yang akan datang tidak akan mengenal apa itu arti gotong royong. Jika sudah seperti itu? Siapa yang akan mewarisinya?

Sebagai calon guru SD, tentu hal seperti ini menjadi masalah yang serius, karena jika bukan dari SD ia dibimbing? Kapan lagi? Untuk itu pula, perlu adanya pendidikan gotong royong atau melalui pembelajaran atau melalui model dalam pembelajaran guna mendorng anak agar tetap dijalankannya pendidikan gotong royong dalam kehidupannya. Jangan sampai karakter gortong royong hilang dari diri setiap anak, untuk itu perlu diajarkannya di seklah-sekolah juga sebagai penunjang agar tetap lestarinya pendidikan gotong royong bagi anak usia sekolah dasar.

Apa yang membuat anak sehingga terjadi hilangnya nilai-nilai kebudayaan pada diri anak? Banyak faktor penentu yang dapat membuat hilangnya nilai-nilai kebudayaan dari diri si anak. Diantaranya adalah lingkungan sekitar yang individualis sehingga anak terbiasa mementingkan dirinya sendiri tanpa tahu sikap tolong-menolong atau kerukunan dalam lingkungan masyarakatnya. Padahal untuk anak seusia sekolah dasar, diingatkan kembali adalah masa-masa dimana ia manangkap segala sesuatu dari apa yang dilihatnya, untuk itu, apa yang dilihatnya akan ia tanamkan dalam hatinya. Adanya pendidikan sekolah dasar adalah untuk menghilangkan kemunduran-kemunduran yang terjadi di sebagian masyarakat pada saat ini. Pentingnya pendidikan SD adalah untuk menumbuhkan kembali karakter gotong royong pada siswa yang saat ini sudah mulai luntur.

Komentar