Pendidikan dalam Konsep Islam
Hakikat
manusia sebenarnya merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang pertumbuhan dan
perkembangannya dipengaruhi oleh pembawaan dirinya sendiri, mau bagaimana ia
nanti kedepannya. Manusia yang sempurna menurut pandangan sesama umat adalah ia
yang memiliki wajah cantik ataupun tampan, yang memiliki tubuh langsing ataupun
berotot, yang memiliki tubuh tinggi dan lain sebagainya yang lebih mengacu pada
kecantikan jasmani. Namun dalam pandangan Islam, dalam pandangan Allah, manusia
yang sempurna adalah, manusia yang senantiasa menghambakan hidup dan matinya
hanya kepada Allah SWT. Adapun yang dimaksud menghambakan adalah, selalu ingat
bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan manusia kekal di akhirat nantinya.
Untuk itu, setiap ia melakukan suatu hal, ia
akan teringat bahwa ada Allah dan malaikat yang mengawasinya sehingga ia
akan terus berhati-hati dalam bertindak, hal itu merupakan bahwa ia mempercayai
adanya Allah SWT. Manusia yang sempurna juga yang selalu menjaga dirinya dari
hasutan syetan, maksudnya adalah ia yang menutupi tubuh dan rambutnya karena
taat kepada Allah, yang selalu menjaga setiap perkataannya, yang menjaga
shalatnya, sedekahnya dan lain sebagainya.
Peran
orang tua dalam pendidikan Islam untuk anak sangat penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan anak, mengapa? Karena jika anak tidak dibekali dengan pendidikan
Islam, anak tidak akan mengerti tentang pentingnya pendidikan untuk agamanya
kelak. Oleh krena itu, pentingnya orang tua sangat mempengaruhi pendidikan
akhlak anak. Karena orang tua adalah orang pertama yang selalu dilihat dan
berinteraksi dengan anak dan karena hal itu pula, peran orang tua akan sangat
dibutuhkan untuk anak-anak dimasa depannya nanti. Bagaimanakah cara orang tua
untuk sedikit demi sedikit menanamkan nilai pendidikan Islam kepada anak?
Pertama,
orang tua dapat memenuhi kebutuhan emosi anaknya dengan cara tidak menunjukkan
ekspresi wajah atau perbuatan kasar yang dapat membuat si anak takut, tetapi
tunjukkalah kata-kata yang sopan lagi santu agar anak terbiasa dengan kata-kata
orang tua dan ikut menggunakan kata-kata yang baik nantinya dalam kehidupannya.
Kedua, memberikan pendidikan mengenai yang haq dan yang bathil, yaitu
mengajarkan anak-anaknya mengenai mana yang baik dan mana yang tidak baik.
Seperti contohnya mencuri itu tidak baik dan menolong sesama makhluk Allah itu
baik. Ketiga, memenuhi janji kepada anak. Sebagai contoh, jika anak melakukan
suatu kebaikan atau mendapatkan nilai yang bagus, maka orang tua dapat
memberikan janji kepada anaknya berupa piknik atau memberikan hadiah yang mampu
membuat anak semakin giat dalam melakukan berbagai aperilaku yang baik. Namun
ajarkan pula bahwa apapun yang dilakukan oleh sang anak semata-mata juga karena
niat yang ikhlas kepada Allah. Dengan begitu, maka anak menjadi mengerti, jika
sudah berjanji, maka harus ditepati.
Cara
lainnya adalah mengajak anak untuk ikut sholat berjamaah dan ajarkan anak-anak
mengaji setiap malam, agar anak terbiasa dan tidak melupakan nilai-nilai agama
pada hidupnya sampai ia mati nanti. Dalam Islam, pendidikan dilakukan sejak ia
dalam buaian sampai ia ke liang lahat nanti. Mengapa? Karena dalam Islam, hal
yang tidak putus dalam diri seseorang mencakup tiga hal, yaitu anak yang
shaleh, sedekah dan ilmu yang bermanfaat. Untuk hal ketiga, yang dimaksud
dengan ilmu yang bermanfaat adalah, ilmu yang sudah kita ajarkan kepada orang
lain dan orang lain tersebut memberitahu orang lain kembali dan begitupun
seterusnya. Maka, ilmu yang bermanfaat tersebut akan terus menerus mengalir
kepada diri seseorang meskipun ia sudah meninggal.
Komentar
Posting Komentar