Penayangan Film yang Tidak Sesuai
Maraknya
penayangan film kartun tentu menjadi kesukaan anak-anak dewasa ini. Terlebih
kartun-kartun yang ditayangkan kebanyakan di impor dari luar sehingga memiliki
banyak sekali macamnya. Kartun yang ditayangkan sebenarnya bagus, keberagaman
dalam kartun juga menarik untuk diikuti oleh anak. Namun adegan dalam kartun
tersebut yang sebenarnya yang harus diawasi oleh orang tua. Jika anak anda
masih balita atau yang sekiranya masih membutuhkan pengawasan dalam menonton
televisi, maka dampingi anak menonton, sehingga ketika terdapat adgan yang
sekiranya kurang berkenan, orang tua dapat langsung menjelaskan.
Maraknya
film-film kartun kartun dari luar yang tayang di Indonesia sebenarnya juga memiliki dampak yang positif
dan negatis, dampak positifnya mereka lucu-lucu dan cukur menghibur anak karena
memiliki tampilan grafis yang baik, namun sisi negatifnya adalah karena itu
berasal dari luar, sehingga biasa bagi mereka untuk menampilkan hal yang dewasa
ataupun adegan kekerasan lainnya yang sedangkan di Indonesia hal tersebut
dilarang. Dengan semakinnya perkembangan zaman, akhirnya banyak film-film
kartun di Indonesia yang ketika terdapat adegan kekerasan, sudah di potong
sehingga anak tidak dapat melihatnya.
Solusi
dari masalah ini dapat ditanggulangi dengan, pembuatan film-film karya
Indonesia yang lebih baik. Dibutuhkannya tangan-tangan terampil dari
lulusan-lulusan muda berbakat yang ingin turut serta dalam mencerdaskan anak
bangsa. Untuk itu, mereka yang peduli dengan tumbuh kembang generasi muda yang
saat ini sedang dalam masa pertumbuhan ditengah perkembangan zaman yang semakin
maju, mereka dapat turut membantu dalam pembuatan film. Ciptakanlah film-film
kartun ataupun film cerita yang menggambarkan mengenai keadaan orang Indonesia.
Maksudnya adalah kalian dapat membuat kartun animasi mengenai zaman kenabian,
tentang Islam ataupun kartun yang berbau agama untuk anak, ataupun dapat juga
membuat film cerita tentang bagaimana orang indonesia yang identik dengan
warganya yang ramah dengan memasukkan nilai gotong royong didalamnya.
Komentar
Posting Komentar