Kurangnya Pendidikan Islam dalam Keluarga
Realitanya,
banyak anak yang bermain gadget,
bermain sosial media, bermain permainan-permainan lainnya yang nyatanya membuat
anak menjadi ketagihan dan akan membuatnya meminkan permainan-permainan
tersebut tanpa diimbangi dengan belajarnya. Lebih parahnya lagi, banyaknya
orang tua yang sibuk sehingga tidak memperhatikan anaknya. Bagaimana kehidupan
belajarnya di sekolah, apakah pelajaran di sekolah susah, bagaimana
kesehariannya hari ini. Hal sekecil itu jika orang tua yang menanyakannya tentu
akan sangat membuat anak senang. Bagaimana tidak, karena anak akan merasa
diperhatikan, diawasi dan karena itu, anak akan melakukan semampu yang ia bisa
untuk kembali menyenangkan orang tua. Diantaranya dengan mendapat nilai yang
bagus, orang tua akan senag, orang tua semakin memperhatikan kita.
Bagi
orang tua, jangan hanya memuji anak yang mendapatkan nilai sempurna. Tetapi
pujilah anak yang juga mendapatkan nilai buruk. Agar anak termotivasi untuk
semangat belajarnya. Dengan begitu, semakin kedepan anak akan menjadi lebih
baik lagi. Jangan pernah tinggalkan anak yang bodoh, dalam artian kurang dalam
belajarnya. Karena anak tersebut sangat memerlukan perhatian dari orang tuua
untuk selalu memotivasinya. Bagaimana ia mau berkembang, jika orang tua sendiri
saja tidak mau memperhatikannya.
Untuk
itu perlunya kesadaran diri juga bagi orang tua agar anak-anaknya berkembang
sesuai dengan apa yang diinginkannya. Maka penting bagi orang tua untuk terjun
langsung terhadap proses belajar anak dan tidak mengabaikannya. Karena apa yang
ditanamkan oleh orang tua, maka itu yang akan dipetik oleh anak nantinya.
Jadilah orang tua yang peduli, orang tua yang mau ikut merasakan pendidikan
anaknya, orang tua yang mau bersusah payah bersama anak untuk menjadikan
anak-anaknya sukses nantinya. Dengan memberikan pembelajaran Islam kepada anak
sejak dini, akan membuat anak lebih cepat paham mengenai agamanya sendiri dan
juga ajak anak untuk melakukan shalat, mengaji, memberi sedekah kepada orang
lain agar anak terbiasa berbuat baik nantinya.
Contoh
kecilnya, jika orang tua shalat berjamaah di masjid, maka ajak anak juga ke
masjid walaupun ia belum mengerti bagaimana cara shalat tersebut. Setelah ia
terbiasa, maka ajarkan anak bacaan shalat jika umurnya sudah tepat. Bawa anak
ke tempat mengaji, agar anak mulai terbiasa mengaji dan dapat mengaji nantinya.
Jangan lepas anak ke guru ngaji saja, namun tetap awasi anak belajar mengaji
apa saja. Karena apapun yang diajarkan orang lain kepada anak anda, anda lah
sebagai orang tua yang sebenarnya harus tetap mengawasinya. Jangan sampai
luntur pendidikan Islam kepada anak mulai sekarang.
Komentar
Posting Komentar