Kids Jaman Now
Di
situasi yang sudah semakin maju ini, maraknya peralatan canggih namun mudah
didapatkan tentu menjadi hal yang wajar di kalangan kita ini. Ada banyak
masyarakat yang kurang mampu namun dengan begitu mudah, ia mendapatkan barang tersebut.
Seperti halnya rokok elektrik, handpone ataupun alat-alat lain yang dapat
dikatakan elektronik namun dengan harga terjangkau. Bahkan bukan hanya kalangan
masyarakat menengah kebawah saja yang dapat membeli barang tersebut, namun
anak-anak pun banyak yang dapat membelinya. Mengapa? Banyaknya orang Indonesia
yang dianggap sebagai plagiator, atau membuat alat-alat yang mirip dengan
aslinya namun dijual dengan harga murah karena apa yang dibuatnya tersebut
tidak dapat dibandingkan dengan aslinya atau kualitas murahan, sehingga
rang-orang dengan ekonomi menengah kebawah dapat dengan mudah membelinya.
Hal
tersebut tentu patut untuk diperhatikan, karena apa? Sebagai masyarakat
Indonesia yang peduli terhadap generasi penerusnya, maka harus memperhatikan betul
apa yang dilakukannya. Jangan sampai hal yang tidak baik tersebut mempengaruhi
anak-anak Indonesia dikemudian hari. Karena apa? Karena mudahnya handphone
untuk dibeli, sehingga mudah pula untuk anak-anak mengakses apa yang ada di
internet. Seperti contohnya beredar video sekelompok anak SD yang menggunakan
rokok elektrik masih dengan menggunakan seragamnya dan mereka mengunggahnya ke
internet berkat barang elektronik yang mudah untuk dibeli dengan harga
tterjangkau. Mengapa mereka bisa mencoba rokok elektrik? Mengapa mereka
menggunakan handphone untuk sesuatu yang tidak penting dan mengapa mereka
mengunggah sesuatu yang tidak bermanfaat? Realita zaman sekarang sungguh pahit
jika kita mengingat yang menjadi korban adalah anak-anak.
Perlunya
perhatian orang tua kepada anak mereka adahal hal yang paling penting, karena
orang tua adalah orang yang tinggal dengan anak dan juga yang akan melihat
segala aktivitas anak sehari-hari. Seharusnya orang tua lebih perhatian ketika
anak tidak berada dirumah, menanyakan kepada anak apa yang dilakukannya
seharian ini, di sekolah mendapatkan ranking berapa, apakah pelajaran di
sekolah mudah, apa ada PR yang diberikan guru. Hal-ha seperti itu akan membuat
anak merasa diperhatikan dan karena terus diawasi, maka anak akan merasa
senang. Lebih terbuka dan membagi keluh kesahnya dengan orang tua dengan
nyaman, jika orang tua sibuk dan tidak pernah menanyakan kabar anak, maka yang
terjadi pada anak bukannya anak merasa senang ketika didekat orang tua, tetapi
anak akan merasa sungkan untuk bersikap terbuka dan menutup diri dari orang
tuanya.
Untuk
itu, bagi orang orang tua yang peduli dengan tumbuh kembang anak, maka akan
ikut dalam proses belajarnya. Bagi orang tua yang sibuk sehingga tidak dapat
mengawasi anak-anaknya, maka harus sadar diri agar anak-anaknya tetap terawasi
dan menjalankan pendidikannya sesuai dengan apa yang orang tua inginkan.
Komentar
Posting Komentar